Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PENCARIAN KAPAL MT. NOMZE BANGDZOD TERUS BERLANJUT, PLP TANJUNG PRIOK KUMPULKAN SEMUA UNSUR TERKAIT

PENCARIAN KAPAL MT. NOMZE BANGDZOD TERUS BERLANJUT, PLP TANJUNG PRIOK KUMPULKAN SEMUA UNSUR TERKAIT

JAKARTA (19/1) – Memasuki minggu ketiga pencarian kapal MT. Namse Bangdzhod, Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan pencarian kapal tersebut dengan melibatkan instansi dan unsur SAR terkait.


Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP)  Kelas I Tanjung Priok yang diwakili oleh Kepala Seksi Operasi Pangkalan PLP Tanjung Priok, Capt Pujo Kurnianto pada saat memimpin rapat kelanjutan pencarian kapal MT. Namse Bangdzhod kemarin (18/1) di PLP Kelas I Tanjung Priok Jakarta.

“PLP kelas I Tanjung Priok dan semua unsur terkait akan terus melakukan pencarian kapal MT. Namse Bangdzhod dengan melakukan operasi secara rutin dan mengerahkan kembali semua kekuatan kapal patroli KPLP yang dimiliki Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok seperti KNP. Trisula, kNP. Celurit, KNP.Golok, KNP. Jembio, KNP.348, KNP.204 dan KNP. 201," ujar Capt Pujo.

Capt Pujo mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengumpulkan semua instansi dan unsur terkait dengan pencarian kapal MT Namse Bangdzod untuk mengoptimalkan pencarian kapal tersebut yang hingga memasuki minggu ketiga belum juga ditemukan.

“Kami berharap dengan berkumpulnya semua instansi dan unsur terkait pencarian kapal MT Namse Bangdzod ini dapat memberikan masukan yang komprehesif untuk menentukan langkah dan tindak lanjut pencarian MT Namse Bangdzod,” kata Capt Pujo.
IMG-20190119-WA0016.jpg
Dari pembahasan rapat dimaksud  disebutkan bahwa semua pihak terkait baik Basarnas, Kolinlamil TNI AL , Dit Pol Air , Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, maupun para Kepala UPT Ditjen Hubla di lingkungan DKI Jakarta  dan PT. Petronusa Niaga Energi selaku pemilik belum bisa memastikan keberadaan kapal MT Namse Bangdzod yang mengalami hilang kontak sejak tanggal 27 Desember 2018 dalam pelayarannya dari Sampit ke Jakarta.

Terkait dengan hal tersebut, Capt. Pujo meminta semua unsur terkait untuk terus aktif melakukan upaya pencarian  keberadaan kapal MT Namse Bangdzod.

"Semua unsur terkait di wilayah DKI Jakarta telah sepakat untuk terus melakukan pencarian kapal tersebut. Tentunya dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan sambil menunggu laporan resmi hasil pemeriksaan yang saat ini sedang dilakukan oleh Dit Pol Air Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Capt. Pujo.

Untuk wilayah pencarian, Capt. Pujo menyebutkan bahwa kapal-kapal patroli KPLP akan menyisir ulang kembali perairan Bangka Belitung, Sampit, Semarang hingga Selat Sunda yang dilakukan bersamaan dengan jadwal patroli rutin kapal Patroli PLP Tanjung Priok.

Selain itu, menurut Capt Pujo bahwa guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali, hasil rapat menyarankan agar kedepan diperlukan adanya aturan yang mewajibkan kepada Owner atau Pemilik Kapal maupun para Agen Kapal untuk segera melapor kepada unsur terkait jika terjadi masalah dengan kapal yang sedang berlayar seperti hilang kontak dan bila perlu diberikan sanksi yang tegas.

Sebagai informasi, kapal MT. Namse Bangdzhod yang mengangkut minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang bertolak dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 27 Desember 2018 lalu dilaporkan hilang kontak saat pelayarannya menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Kapal MT Namse Bangdzhod dengan GT 1128 merupakan kapal berbendera Indonesia yang dioperasikan oleh PT Surabaya Shipping Lines dan dinakhodai Muhammad Asdar Wijaya dengan jumlah anak buah kapal (ABK) sebanyak 11 orang.


Reaksi dan Komentar