Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PENGIRIMAN PERDANA MUATAN BALIK KOMODITAS IKAN DENGAN REEFER KONTAINER TOL LAUT DARI TALAUD

PENGIRIMAN PERDANA MUATAN BALIK KOMODITAS IKAN DENGAN REEFER KONTAINER TOL LAUT DARI TALAUD

​TALAUD (1/5) - Angkutan tol laut pada hari Selasa (30/4) telah melakukan pengiriman perdana komoditas ikan dengan menggunakan reefer container dari Kepulauan Talaud menuju Surabaya, Jawa Timur.


Adapun pengiriman perdana tersebut, dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Talaud yang mewakili Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud. 

"Pengiriman ikan dengan reefeer container berjumlah 15 Ton atau 1 kontainer dengan jenis muatan berupa ikan Layang, Cakalang dan Tuna," jelas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko di Jakarta hari ini (1/5).

Menurut Capt. Wisnu bahwa Reefer Container pada pengiriman perdana lewat armada tol laut ini dilakukan melalui konektivitas antar moda laut dari Tahuna ke Bitung menggunakan Kapal Feeder KM. Kendhaga Nusantara 1 yang selanjutnya dilanjutkan dari Bitung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan KM Logistik Nusantara 2.

"Kedua kapal tersebut dioperasikan oleh PT. Pelni melalui mekanisme Penugasan BUMN pada trayek H1 dan T5," ujar Capt. Wisnu.
WhatsApp Image 2019-05-01 at 16.00.19.jpeg
Menurutnya, pengiriman perdana tersebut sebagai tindaklanjut kerjasama yang dilakukan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan dalam memanfaatkan program Tol Laut Angkutan Barang mengingat salah satu target program Tol Laut 2019 adalah meningkatnya muatan balik. 

"Saat ini kapal Tol Laut Angkutan Barang yang masuk ke wilayah Kepulauan Talaud adalah KM Logistik Nusantara II yang dioperasikan oleh  PT. Pelni. Selain itu pada koridor Halmahera Utara didukung dengan satu unit kapal kontainer feeder Kendhaga Nusantara," ujar Capt. Wisnu.

Capt. Wisnu mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut akan terus mendukung Pemerintah Daerah dengan menyediakan Reefer container yang cukup baik dari pihak swasta maupun mengoptimalisasi reefer container yang dimiliki oleh Ditjen Perhubungan Laut.
WhatsApp Image 2019-05-01 at 16.00.18.jpeg
Sebagai informasi, Pemerintah akan terus mengoptimalkan layanan kapal tol laut yang sudah dimiliki Hubla sebanyak 156 unit. Kapal-kapal itu akan melayari 19 rute tol laut pada tahun 2019 ini.

Menurut data yang ada, ongkos kirim barang sejak di suatu daerah dilayari kapal tol laut telah turun. Tol laut juga dinyatakannya sudah berhasil menekan disparitas harga barang antara Indonesia Timur dan Indonesia Barat.

Sementara itu, Kasubdit Produk Kelautan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Firman mengatakan bahwa kegiatan pengiriman perdana tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Talaud yaitu Sekretaris Pemerintah Daerah, Seluruh Kepala-kepala Dinas SKPD Kabupaten Talaud, BUMN PERINUS, CV. Bersinar Terang Logistik Refeer Ekspedisi, Pemerintah Kecamatan Salibabu, pemerintah Desa Salibabu Utara dan masyarakat/nelayan, pemerintah Desa Salibabu dan masyarakat/nelayan, pemerintah Desa Dalum dan masyarakat/nelayan, ASN se-kecamatan Salibabu. 

"Tentunya pengiriman perdana komoditas ikan dari Tahuna Kepulauan Talaud harus diapresiasi mengingat hal ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar karena peran serta Pemerintah Daerah dan juga masyarakat. Artinya, kehadiran Pemerintah untuk memaksimalkan muatan balik dari wilayah Timur Indonesia ke wilayah Barat Indonesia benar-benar terasa oleh masyarakat langsung dan ini bagus sekali untuk kedepannya," tutup Firman.


Reaksi dan Komentar