Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak

Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan PontianakPeningkatan Daya Saing Produk Unggulan Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan PontianakPeningkatan Daya Saing Produk Unggulan Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan PontianakPeningkatan Daya Saing Produk Unggulan Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan PontianakPeningkatan Daya Saing Produk Unggulan Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak

Mempawah – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (9/8), meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
 
Dalam sambutannya Presiden mengatakan, Terminal Kijing sudah dibangun sejak tahun 2016 dan kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk unggulan yang dihasilkan Provinsi Kalbar seperti: CPO, alumina, bauksit, dan komoditas lainnya.
 
Dengan nilai investasi sekitar Rp. 2,9 Triliun, kehadiran pelabuhan ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar pulau di Indonesia dan juga antar negara.  “Pelabuhan ini memiliki kapasitas 500 ribu Teus dan 8 juta non petikemas. Ini sangat besar sekali dan merupakan pelabuhan terbesar yang ada di Kalimantan,” ujar Presiden Jokowi.
 
Lebih lanjut, Presiden juga meminta Kementerian PUPR untuk melakukan pelebaran akses jalan, guna memperlancar pergerakan kendaraan kontainer dari dan menuju ke Terminal Kijing.
 
Pada kesempatan yang sama, Menhub menjelaskan, Pemerintah telah menugaskan PT Pelindo melalui konsesi, untuk membangun Terminal Kijing yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
 
“Pembangunan Terminal Kijing dilatarbelakangi makin terbatasnya kondisi Pelabuhan Pontianak eksisting yang sudah mengalami pendangkalan dan lokasinya yang berada di tengah kota,” kata Menhub.
 
Kehadiran Terminal Kijing diharapkan dapat menggantikan pelabuhan yang lama dan memberikan ruang tumbuhnya titik-titik industri baru, serta memberikan kesempatan bagi kapal tol laut yang membawa produk dalam negeri untuk menyinggahi Provinsi Kalbar.
 
Lebih lanjut Menhub menyampaikan terima kasih kepada Presiden, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) yang telah memberikan dukungan terhadap kelancaran pembangunan Terminal Kijing.
 
 Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan yang akan diintegrasikan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mempawah, guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
 
Progres pekerjaan fisik Terminal Kijing saat ini telah selesai 100 % dan siap untuk dioperasikan.Adapun fasilitas yang telah dibangun pada Tahap IA (initial) yang dimulai pada tahun 2018 sampai dengan 2022, meliputi terminal petikemas dan terminal multipurpose dengan panjang dermaga 1000 m, trestle dengan panjang 3.450 m, dengan estimasi kapasitas terminal petikemas sebesar 500.000 TEUs dan estimasi kapasitas terminal multipurpose sebesar 500.000 Ton yang didukung lahan seluas 200 Ha.
 
Sejumlah persiapan yang telah dilaksanakan untuk mendukung operasional terminal antara lain yakni: penetapan daerah lingkungan kerja pelabuhan (DLKR) dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan (DLKP), penetapan perairan wajib pandu, pemberian izin uji coba operasi, penetapan alur pelayaran,pelimpahan pemanduan dan penerbitan izin operasional.

Turut hadir dalam peresmian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dan Direktur Utama PT. Pelindo Arif Suhartono. (GD/RDL/LA/HT)
 

Reaksi dan Komentar