Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PENINGKATAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB LAKUKAN TEST BED E-PILOTAGE DI SEMARANG

PENINGKATAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB LAKUKAN TEST BED E-PILOTAGE DI SEMARANG

 

SEMARANG (17/3) - Dalam rangka sosialisasi dan meningkatkan pelayanan terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Perairan Indonesia, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian kembali melaksanakan test bed / uji coba pemanduan secara elektronik (E-Pilotage) di wilayah Perairan Semarang yang dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang Jawa Tengah.

 

Adapun prosesi Kegiatan Test Bed E-Pilotage ini dilaksanakan secara Luring dan daring dengan melibatkan Stakeholder terkait, serta mengundang partisipasi para taruna dan taruni sekolah pelayaran dan lembaga pendidikan lainya di wilayah Jawa Tengah. Hal ini tentunya sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi dini terkait keselamatan dan keamanan pelayaran, Update informasi implementasi teknologi digital di bidang pelayaran.

 

Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan menyebutkan bahwa pelaksanaan test bed E-pilotage pada VTS Semarang Distrik Navigasi Kelas II Semarang adalah yang ke sembilan kalinya setelah sebelumnya telah dilaksanakan di delapan stasiun VTS.

 

"Namun yang menjadi perhatian dalam test bed kali ini adalah merupakan yang pertama di tahun 2022, sehingga sangat perlu untuk diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi pendorong bagi stasiun VTS lainnya untuk segera melaksanakan test bed E-pilotage di wilayah masing-masing," ujarnya.

 

Kegiatan uji coba pemanduan kapal secara elektronik atau Test Bed E-Pilotage merupakan implementasi program percepatan atau program Quick Win Direktorat Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut sebagai langkah optimalisasi sarana dan prasarana kenavigasian sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 140 Tahun 2021 tentang Program Percepatan (Quick Wins) Reformasi Birokrasi.

 

"Uji coba / test bed tersebut rencananya akan dilaksanakan di 23 stasiun VTS milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dilaksanakan mengacu pada ketentuan International Maritime Organization (IMO), dimana tetap ada pembagian tanggung jawab antara pandu on board dan pandu on VTS," ungkap Hengki.

 

Adapun test bed ini bertujuan untuk mendapatkan input serta evaluasi dalam rangka menyiapkan sarana dan prasarana serta regulasi dalam melaksanakan pemanduan secara elektronik (E-pilotage) berdasarkan berbagai karakteristik traffic dan alur pelayaran serta untuk mengoptimalisasi peran dari VTS.

 

"Sebagai informasi, bahwa telah dilaksanakan studi implementasi E-pilotage di perairan Indonesia, dimana saat ini sedang disusun draft regulasi yang akan mengatur terkait pelaksanaan pemanduan secara elektronik yang nantinya akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan," ujar Hengki.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Distrik Navigasi Kelas II Semarang Dian Nurdiana mengatakan saat ini Stasiun VTS Disnav Semarang terus berupaya secara optimal untuk mempersiapkan layanan kenavigasian bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan Pelabuhan Tanjung Emas, demi meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

 

"Disampaikan juga bahwa kapal target dalam kegiatan Test Bed E-Pilotage ini menggunakan kapal milik PT. PELNI yaitu Kapal penumpang KM Lawit (6022 GT) yang akan dipandu keluar pelabuhan dan KN Karimunjawa (230 GT) akan dipandu ketika menuju pelabuhan Tg. Emas.

 

Perangkat VTS Semarang secara teknis beroperasi dengan baik sesuai standart yang yang ditetapkan," tutup Dian.

 

Sebagai informasi, Test Bed E-Pilotage ini turut dihadiri oleh Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas; Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah; Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jawa Tengah; Kepala Balai Besar Penangkapan Ikan; Kepala Bagian Humas Ditjen Hubla; Para Kasubdit di Lingkungan Direktorat Kenavigasian; Kepala Stasiun BMKG Meteorologi Maritim Semarang; Kepala Kantor SAR Semarang; General Manager Tanjung Emas PT. Pelindo; General Manager TPKS PT. Pelindo; dan Kepala Cabang PT. PELNI Semarang.

Reaksi dan Komentar