Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PENINGKATAN PELAYANAN KAPAL, LIMA PULUH EMPAT PELABUHAN DI INDONESIA SUDAH GO LIVE INAPORTNET

PENINGKATAN PELAYANAN KAPAL,  LIMA PULUH EMPAT PELABUHAN DI INDONESIA SUDAH GO LIVE INAPORTNETPENINGKATAN PELAYANAN KAPAL,  LIMA PULUH EMPAT PELABUHAN DI INDONESIA SUDAH GO LIVE INAPORTNETPENINGKATAN PELAYANAN KAPAL,  LIMA PULUH EMPAT PELABUHAN DI INDONESIA SUDAH GO LIVE INAPORTNETPENINGKATAN PELAYANAN KAPAL,  LIMA PULUH EMPAT PELABUHAN DI INDONESIA SUDAH GO LIVE INAPORTNET

JAKARTA (1/12) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali melaksanakan Go Live Inapornet pada 20 (dua puluh) pelabuhan pada hari Senin tanggal 30 November 2020 di Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut melengkapi 34 (tiga puluh empat) pelabuhan sebelumnya yang sudah lebih dahulu menerapkan Go Live Inaportnet sejak tahun 2016 sehingga total sebanyak 54 (lima puluh empat) pelabuhan telah menerapkan Go Live Inaportnet per tanggal 30 November 2020.

Adapun sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 penerapan Inaportnet di pelabuhan telah dilaksanakan pada 33 (tiga puluh tiga) Pelabuhan, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Makassar, Tanjung Emas, Banten, Ambon, Bitung, Banjarmasin, Balikpapan, Panjang, Sorong, Gresik, Pelembang, Teluk Bayur, Pontianak, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Pekanbaru, Dumai. Jambi, Bengkulu, Tanjung Pandan, Pangkal Balam, Cirebon, Cilacap, Kendari, Benoa, Samarinda, Bontang, Ternate, Jayapura dan Kotabaru.

Di awal tahun 2020 ini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerapkan go live Inaportnet di Pelabuhan Batam dan 20 (dua puluh) pelabuhan lainnya per tanggal 30 November 2020 juga melakukan Go Live Inaportnet, yaitu Pelabuhan Tanjung Buton, Patimban, Palu, Kuala Tanjung, Kijang, Tanjung Wangi, Sunda Kelapa, Lembar, Kupang, Sampit, Tarakan, Manado, Pare-Pare, Gorontalo, Biak, Bau-Bau, Seribu, Marunda, Muara Angke dan Satui.

Go Live Inapornet di 20 pelabuhan tersebut dibuka secara virtual oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, H. Agus R. Purnomo dan dihadiri oleh 20 (dua puluh) Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan laut serta para undangan yang menjadi saksi pada acara Go Live tersebut.

Pelaksanaan Go Live tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan pakta integritas pada 20 (dua puluh) Pelabuhan yang telah dilaksanakan  pada tanggal 18 November 2020 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.

"Dengan dilaksanakannya Go Live, artinya pelayanan kapal dan barang di 20 (dua puluh) pelabuhan dimaksud wajib menggunakan Inaportnet agar kegiatan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dapat berjalan dengan lebih cepat, mudah, transparan dan efisien dengan biaya yang lebih murah dan kompetitif," kata Agus pada saat pembukaan acara Go Live Inaportnet Pada 20 (dua puluh) Pelabuhan melalui Virtual, Senin (30/11).

"Marilah kita bersama-sama berupaya agar penerapan Inaportnet  ini dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujar Agus.
 
"Saya berharap kedepannya pengembangan Inaportnet di pelabuhan dapat terintegrasi dengan sistem ekosistem logistik nasional melalui Indonesia National Single Window (INSW) yang bertujuan untuk menurunkan harga logistik agar berdaya saing dan meningkatkan implementasi smart logistik di Indonesia," kata Agus.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Antoni Arif Priadi  pada saat membacakan laporan kegiatan mengatakan, Pelaksanaan Go live pada hari ini adalah sebagai wujud kesungguhan dan komitmen Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam meningkatkan kegiatan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan agar terciptanya keselamatan berlayar.

"Untuk itu, pentingnya penguatan pengamanan sistem informasi dalam aplikasi inaportnet pada 20 (dua puluh) pelabuhan ini harus dilakukan guna melindungi data dan informasi yang ada dari ancaman cyber," tutup Antoni.
 

Reaksi dan Komentar