Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Penjaga Pantai di Tiga Negara Bahas Rencana Latihan Bersama Penanggulangan Pencemaran Minyak di Laut

Penjaga  Pantai di Tiga Negara Bahas Rencana Latihan Bersama Penanggulangan Pencemaran Minyak di LautPenjaga  Pantai di Tiga Negara Bahas Rencana Latihan Bersama Penanggulangan Pencemaran Minyak di LautPenjaga  Pantai di Tiga Negara Bahas Rencana Latihan Bersama Penanggulangan Pencemaran Minyak di LautPenjaga  Pantai di Tiga Negara Bahas Rencana Latihan Bersama Penanggulangan Pencemaran Minyak di LautPenjaga  Pantai di Tiga Negara Bahas Rencana Latihan Bersama Penanggulangan Pencemaran Minyak di Laut

Bali (25/7) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan apresiasinya kepada negara Filipina dan Jepang dalam hal ini Philippines Coast Guard dan Japan Coast Guard atas partisipasinya pada kegiatan persiapan latihan bersama penanggulangan pencemaran minyak di laut yang dikenal dengan sebutan Regional Marine Poluttion Exercise (Marpolex) tahun 2024.

 Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan dan Persiapan Regional Marpolex 2024  bertempat di Hotel Ramayana Kuta Bali, Selasa (25/7).

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Philippines Coast Guard dan Japan Coast Guard atas kerja sama dan dukungan yang tiada henti khususnya selama Latihan Pencemaran Laut Regional di Makassar tahun lalu di tahun 2022. Meskipun Regional Marpolex sebelumnya, yakni di Makassar terlaksana dengan berbagai tantangan akibat situasi pandemi, namun bersama-sama kita berhasil melaksanakan latihan tersebut dengan sukses,” ucap Arif.

Lebih lanjut Arif mengatakan kegiatan Regional Marpolex tahun 2022 lalu mendapat pengakuan yang luar biasa baik dari pemerintah maupun pemangku kepentingan di Indonesia atas keberhasilan dan kesuksesannya dalam berkolaborasi dan bersinergi dengan dukungan yang luar biasa dari Philippine Coast Guard dan Japan Coast Guard.

“Oleh karenanya kita juga perlu memberikan upaya dan dukungan terbaik kepada Philippine Coast Guard sebagai tuan rumah Regional Marpolex berikutnya. Dukungan penuh Ditjen Perhubungan Laut dalam hal ini KPLP kepada Philippine Coast Guard agar berhasil dalam latihan ini tahun depan,” kata Arif.

Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Japan Coast Guard atas keterlibatannya dalam latihan tersebut dan atas perhatian yang tinggi terhadap perlindungan lingkungan laut di perairan Sulu dan perairan Sulawesi khususnya terkait penanggulangan pencemaran minyak dan secara aktif bergabung dalam setiap latihan regional yang diselenggarakan oleh Indonesia dan Filipina. 

Latihan Pencemaran Laut Regional didasarkan pada Rencana Jaringan Tanggapan Tumpahan Minyak Sulu-Sulawesi 1981 dengan tujuan utama untuk menguji dan mengevaluasi kemampuan tanggap tumpahan minyak Filipina dan Indonesia.

“Untuk itu, kiranya Japan Coast Guard dapat secara resmi masuk dalam Nota Kesepahaman Rencana Jaringan Penanggulangan Tumpahan Minyak Laut Sulu-Sulawesi, sebagaimana kita ketahui bahwa Jepang juga terlibat dalam bidang perlindungan lingkungan laut di Selat Malaka dan Singapura,” harap Arif.

Arif menyampaikan Indonesia, Filipina dan Jepang memiliki kepedulian yang sama tentang betapa masifnya dampak bencana tumpahan minyak di laut yang tentunya diperlukan kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat untuk memerangi pencemaran minyak yang berpotensi terjadi di laut.  Oleh karena itu, latihan penanggulangam pencemaran minyak di laut yang dilakukan secara bersama setiap dua tahun perlu dilakukan.

“Hari ini kita berkumpul di sini untuk berdiskusi terkait naskah Rencana Latihan yang disusun oleh Philippines Coast Guard untuk mendapatkan rencana latihan yang lebih baik. Selanjutnya, setelah Rencana Latihan ditandatangani oleh ketiga Ketua Delegasi konferensi ini, Rencana Latihan ini harus menjadi panduan dalam mempersiapkan, memeriksa, mengirim, dan kemudian mengimplementasikan semuanya yang telah direncanakan untuk latihan,” pungkas Arif.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Terpilih International Maritime Organization (IMO) Arsenio Antonio Dominguez Velasco  menyampaikan dukungannya atas apa yang dilakukan dalam kegiatan Regional Maporlex ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat saling berbagi pandangan, pengetahuan, serta pengalaman terbaik untuk meningkatkan metode dan respon cepat dalam menanggulangi musibah tumpahan minyak, sekaligus dapat meningkatkan kerjasama dan komitmen dalam perlindungan lingkungan maritim.

“Saya sampaikan agar kegiatan ini dapat direncanakan dan dikoordinasikan dan disenergikan agar kegiatan Regional Marpolex 2024 ini dapat berjalan dengan baik dan berguna bagi negara peserta dan tidak hanya di regional ini saja namun meluas ke regional yang lain,” ucap Arsenio.

Sebagai informasi Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) bersama dengan Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard)  dan Penjaga Pantai Jepang (Japan Coast Guard) akan menandatangani dokumen latihan bersama penanggulangan pencemaran minyak di laut yang dikenal dengan sebutan Regional Marine Poluttion Exercise (Marpolex) tahun 2024 esok hari, Rabu 26 Juli 2023.

Penandatanganannya akan dilakukan di Bali oleh Direktur KPLP, Rivolindo mewakili Indonesia,  Ketua Delegasi dari Philippine Coast Guard, Vice Admiral Robert Npatrimonia mewakili Filipina dan Ketua Delegasi dari Japan Coast Guard, Capt. Sase Koichi yang disaksikan langsung oleh Sekjen IMO terpilih.(MM/BOH)

Reaksi dan Komentar