Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PENUMPANG KAPAL LAUT TURUN 50 PERSEN

PENUMPANG KAPAL LAUT TURUN 50 PERSENPENUMPANG KAPAL LAUT TURUN 50 PERSENPENUMPANG KAPAL LAUT TURUN 50 PERSEN

Balikpapan mengalami penurunan. Penurunan penumpang kapal laut pun sangat jauh. Tahun ini hanya mencapai 47,9 persen.

Dari data yang terlampir di posko Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuahan (KSOP) Kelas I Balikpapan, sejak 18-29 Desember atau selama 12 hari, jumlah penumpang Nataru 2020 sebanyak 11,779 orang. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu, yakni, 24.582 orang. Perkiraan dalam persen, penurunan sebanyak 52,1 persen.

Kepala Bidang Lalu Lintas Laut (Kabid Lala) KSOP Kelas I Balikpapan Trijotho Sukristiyono menerangkan, degradasi penumpang akibat adanya wabah yang tengah menyebar di seluruh bumi. "Kemungkinan besar masyarakat lebih memilih liburan di rumah," katanya, Rabu (30-12-2020).

Dia menjelaskan, jumlah penumpang berangkat terbanyak pada 22 Desember sebanyak 1.029 orang dan pada 26 Desember, 1.090 orang. Sedangkan, pembludakan penurunan penumpang pada 27 Desember sebanyak1.154 orang. 

Kabid Lala Trijotho Sukristiyono menambahkan, untuk arus balik nantinya belum dapat diprediksi. Pasalnya, saat pandemi sekolah pun dilakukan via daring. Sehingga puncak arus balik belum bisa dipastikan. "Kalau berkaca pada tahun sebelumnya, arus balik dapat ditentukan pada jadwal masuk sekolah dan kerja," tutupnya.

Reaksi dan Komentar