#Kawanlaut, Rabu (25/03) Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya menghadiri kegiatan Penutupan Praktek Memandu Kapal Siswa Pandu Tk.II Angkatan XLIV dan Angkatan XLV.
Pada kesempatan pertama, kegiatan Penutupan Praktek Memandu Kapal Siswa Pandu Tk.II Angkatan XLIV yang diselenggarakan oleh PT. PMLI (Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia) berlangsung di Hotel Great Diponegoro dengan jumlah pandu keseluruhan yakni 22 peserta. Sedangkan, pada kesempatan kedua kegiatan Penutupan Praktek Memandu Kapal Siswa Pandu Tk.II Angkatan XLV yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) yang berlangsung di Hotel Pesona Ampel dengan jumlah pandu keseluruhan yakni 26 peserta. Dengan berakhirnya Praktek Memandu Kapal Siswa Pandu Tk.II Angkatan XLIV dan Angkatan XLV maka keseluruhan siswa pandu yang berjumlah 48 siswa tersebut dinyatakan lulus atau telah memenuhi kriteria sebagai seorang pandu kapal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubdit Pemaduan dan Penundaan Kapal Direktorat Kepelabuhanan, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar dan Kepala Seksi Tertib Bandar Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut Jakarta, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut, Operasi & Usaha Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Deputi Manager Pemanduan PT Pelindo III beserta Pandu Senior dari PT Pelindo III.
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Capt. Hasan Basri dalam sambutannya mengatakan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya memiliki karakteristik yang unik dari alur pelayaran barat dan timur Surabaya, dengan kondis lalu lintas yang pada dan tentunya faktor keselamatan dan keamanan pelayaran memerlukan konsentrasi yang tinga bagi pandu dalam melaksanakan pemanduan kapal keluar/masuk, kapal oleh gerak sandar/lepas sandar maupun kapal yang akan berlabuh. Kemudian tiap pandu dalam melaksanakan tugas pemanduan harus berada di atas kapal dan wajb mengetahui situasi dan kondisi kedalaman alur-pelayaran di dalam batas perairan pandu setempat serta melakukan pengamatan sarat muka belakang kapal dan kondisi stabilitas kapal setiap kali sebelum melaksanakan pemanduan. Terakhir, diharapkan nantinya setelah melakukan kegiatan praktek memandu kapal di Perairan Wajib Pandu Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik agar siswa pandu sekembalinya kedaerah agar dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan ketika praktek memandu kapal kedalam tugas yang sebenarnya dalam memandu kapal didaerah masing-masing.








Reaksi dan Komentar