Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERESMIAN 6 PELABUHAN DI WILAYAH SUMATERA MENUTUP RANGKAIAN KEGIATAN PERESMIAN 91 PELABUHAN

PERESMIAN 6 PELABUHAN DI WILAYAH SUMATERA MENUTUP RANGKAIAN KEGIATAN PERESMIAN 91 PELABUHAN

​(ACEH JAYA) Dalam rangka memperkuat jati diri sebagai bangsa maritim, pemerintahan Presiden Jokowi-JK memprioritaskan pembangunan di sektor maritim dengan membangun serta meningkatkan konektivitas antar pulau dan antar daerah di Indonesia. Salah satu langkah nyata untuk mewujudkannya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah membangun infrastruktur pelabuhan yang berorientasi kepada benefit makro bukan semata profit center sehingga keberadaan pelabuhan memiliki peran penting dalam memperlancar arus barang, penumpang dan distribusi logistik nasional.

Pada hari ini, Kamis 2 Juni 2016 bertempat di Pelabuhan Calang, Provinsi Aceh, Kementerian Perhubungan kembali meresmikan 6 (enam) pelabuhan di Pulau Sumatera antara lain Pelabuhan Calang dan Pelabuhan Singkil di Provinsi Aceh. Pelabuhan Sirombu dan Pelabuhan Tanjung Tiram di Provinsi Sumatera Utara, Pelabuhan Tua Pejat di Provinsi Sumatera Barat serta Pelabuhan Sadai di Provinsi Bangka Belitung. Pembangunan dan pengembangan keenam pelabuhan ini dibiayai oleh dana APBN dengan total nilai investasi sebesar 264,4 Miliar Rupiah.

Peresmian terpadu pelabuhan di Wilayah Sumatera ditandai dengan pemukulan bedug dan penandatanganan prasasti oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono. Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur kepelabuhanan yang memadai ini diharapkan dapat memfasilitasi keterhubungan antar wilayah menjadi lebih efektif, efisien dan terjangkau serta meningkatkan aksesibilitas arus manusia dan barang sehingga mampu menjadi pelopor dalam menggerakkan perekonomian dan kemandirian ekonomi suatu wilayah.

"Pembangunan pelabuhan di Pulau Sumatera ini juga berfungsi untuk melayani pelayaran kapal perintis. Adapun jaringan trayek kapal perintis meliputi trayek R-1, R-2 dan R-3 dengan kapal-kapalnya antara lain KM. Sabuk Nusantara 35, KM. Sabuk Nusantara 37, dan Kapal Coaster sebesar 1200 DWT" ujarnya.

Peresmian 6 (enam) pelabuhan di wilayah Sumatera ini menjadi penutup rangkaian kegiatan peresmian 91 infrastruktur pelabuhan di seluruh Indonesia yang telah dilakukan dari bulan April hingga Juni tahun 2016. Dengan selesainya pembangunan 91 infrastruktur pelabuhan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa akan tetapi merata ke seluruh penjuru tanah air Indonesia (Indonesia Sentris). Dengan demikian, diharapkan seluruh masyarakat akan mendapatkan aksesibilitas transportasi yang lebih mudah untuk melakukan aktifitas dan mobilisasi sehingga mampu menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat serta menekan disparitas harga antar daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Reaksi dan Komentar