Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Peringati Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Gelare Strategic Maritime Forum untuk Bangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan Pelaut

Peringati Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Gelare Strategic Maritime Forum untuk Bangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan PelautPeringati Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Gelare Strategic Maritime Forum untuk Bangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan PelautPeringati Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Gelare Strategic Maritime Forum untuk Bangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan PelautPeringati Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Gelare Strategic Maritime Forum untuk Bangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan PelautPeringati Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Gelare Strategic Maritime Forum untuk Bangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan Pelaut

JAKARTA(25/6) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama Panitia Peringatan es Hari Pelaut Tahun 2026 menyelenggarakan Strategic Maritime Forum 2026 dalam rangka memperingati Day of the Seafarer (DoTS) atau Hari d Pelaut Sedunia 2026 di Jakarta, Kamis (25/6).

Mengangkat subtema nasional "Membangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan Pelaut: Dari Kebijakan ke Dampak Nyata", forum ini menjadi wadah strategis para pemangku kepentingan untuk membahas arah kebijakan, investasi, perlindungan pelaut, penguatan industri pelayaran, serta pengembangan sumber daya manusia maritim nasional.

Acara dibuka dengan sambutan Menteri Perhubungan yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Irjen Pol. Capt. Hermanta. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Hari Pelaut Sedunia merupakan momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga konektivitas maritim dan kelancaran perdagangan dunia.

"Hari Pelaut Sedunia merupakan bentuk penghargaan kepada para pelaut yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung konektivitas maritim dan perdagangan dunia. Di tengah dinamika industri pelayaran yang terus berkembang, para pelaut tetap menjadi ujung tombak yang memastikan operasional kapal berjalan dengan aman, efektif, dan berkesinambungan," ujar Hermanta saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan.

Ia menambahkan, tema internasional Hari Pelaut Sedunia tahun ini, "Carrying World Trade, Carrying the Risk", menjadi pengingat bahwa di balik peran penting pelaut dalam menggerakkan perdagangan dunia, terdapat berbagai tantangan dan risiko yang harus mereka hadapi dalam menjalankan profesinya.

Pemerintah, lanjutnya, terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia maritim melalui penguatan sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta pengawasan implementasi ketentuan internasional, termasuk STCW Convention dan MLC 2006. Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, hingga kesejahteraan juga menjadi perhatian utama pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama,  Wakil Menteri Perhubungan, Komjen. Pol. (Purn.) Suntana, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam ekosistem maritim global.

"Saat ini jumlah pelaut Indonesia telah mencapai sekitar 1,6 juta orang, terdiri atas sekitar 1,57 juta pelaut laki-laki dan sekitar 52 ribu pelaut perempuan," Ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan para pelaut merupakan aset bangsa yang luar biasa sekaligus tanggung jawab besar yang harus kita emban bersama. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu dari lima negara penyumbang pelaut terbesar di dunia

"Kalau dihitung persentasenya (jumlah pelaut Indonesia) terhadap jumlah penduduk Indonesia, berarti sudah sangat banyak saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai pelaut," ujarnya.

Dia menegaskan para pelaut menjadi bagian penting dalam menjaga rantai logistik, perdagangan, dan konektivitas nasional maupun internasional. Karena itu, kesejahteraan dan perlindungan mereka harus terus menjadi perhatian bersama.

Forum yang berlangsung interaktif tersebut juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari perlindungan pelaut, peluang investasi sektor maritim, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kepelautan, transformasi digital industri pelayaran, hingga langkah-langkah memperkuat daya saing sumber daya manusia maritim Indonesia dalam menghadapi perkembangan industri global.

​Sebagai bentuk penghormatan kepada para pelaut yang bertugas di garis depan, tepat pada pukul 10.00 WIB seluruh peserta forum bersama-sama mengikuti prosesi menyaksikan tayangan pembunyian suling kapal secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Acara Strategic Maritime Forum 2026 ini merupakan bagian utama dari rangkaian panjang peringatan Hari Pelaut Sedunia yang diawali dengan Maritime Expo pada 23-24 Juni 2026, yang didalamnya diisi dengan penyerahan approval lembaga diklat, pemberian santunan asuransi keluarga pelaut, hingga pelayanan dokumen kepelautan. Seluruh rangkaian kegiatan Hari Pelaut Sedunia 2026 ini nantinya akan ditutup dengan kegiatan jalan santai (fun walk) bersama masyarakat di Plaza Barat Gelora Bung Karno Jakarta pada tanggal 28 Juni 2026 mendatang.(SKY/ETJ/HJ) 

Reaksi dan Komentar