Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERISTIWA TUBRUKAN KAPAL KN SABUK NUSANTARA 33 DI AMBON TIDAK MENIMBULKAN KORBAN JIWA

PERISTIWA TUBRUKAN KAPAL KN SABUK NUSANTARA 33 DI AMBON TIDAK MENIMBULKAN KORBAN JIWA

​

JAKARTA - Kecelakaan kapal berupa tubrukan yang melibatkan kapal KM Sabuk Nusantara 33 terjadi di dekat area labuh Pelabuhan Ambon pada (13/10)  dan tidak menimbulkan korban jiwa. Demikian disampaikan oleh Kepala Bagian Organisasi dan Hubungan Masyarakat Ditjen Perhubungan Laut, Lollan AS Panjaitan hari ini (15/10) di Jakarta. 

"Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa tubrukan terjadi Jumat (13/10) sekitar pukul 14.13 LT," ujar Lollan.

Menurutnya, pada saat itu, KM Sabuk Nusantara 33 melakukan olah gerak dari posisi labuh di DLKR Pelabuhan Ambon menuju dermaga Yos Soedarso. Kapal mengalami gangguan sistem motor penggerak, sehingga handel dari anjungan tidak terkontrol dan berfungsi saat posisi mundur pelan.

"Selanjutnya dilakukan engine stop, namun kecepatan sisa dari kapal tersebut  dan angin, tidak menghentikan kapal sehingga terjadi tabrukan dengan kapal patroli KNCV - 40 milik TNI AD Kompi Air Ambon yang sedang berlabuh berdekatan dengan KM Sabuk Nusantara 33," papar Lollan.

Dari kecelakaan tersebut, dampak yang diakibatkan adalah satu kapal patroli milik TNI AD mengalami kerusakan minor dan telah diselesaikan secara kekeluargaan terhadap aspek material yang terjadi.

Adapun instansi yang telah berkoordinasi adalah PT Pelni Cabang Ambon dan TNI AD Kompi Air, Ambon. Lebih lanjut, Lollan menyebutkan bahwa kejadian tersebut telah dibuatkan Berita Acara dan dilakukan mediasi kepada kedua belah pihak.

"Dugaaan sementara, angin tengah bertiup cukup kencang pada saat kejadian, " imbuh Lollan.

Kapal milik Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut dengan PT Pelni sebagai operatornya itu, dinakhodai Deri Hutabara bersama 19 anak buah kapal (ABK) 

"Kapal tersebut menurut rencana akan menuju Bitung untuk pelaksanaan doking," kata Lollan.

Kapal tiba di Pelabuhan Makassar 16 April 2017 dan dalam posisi labuh dan persiapan berolah gerak untuk bertolak yang direncanakan pada hari ini.


Reaksi dan Komentar