JAKARTA — Keselamatan di laut tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan kapal atau pengalaman pelaut, tetapi juga oleh kepatuhan terhadap prosedur keselamatan sebelum pelayaran dimulai. Berangkat dari semangat tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Angke bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke, Jumat (17/7), sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan bagi nelayan dan masyarakat maritim.
Pada kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran menyerahkan 150 unit life jacket, dengan 50 unit di antaranya merupakan dukungan dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menyerahkan 2.216 Buku Pelaut Merah serta 6 e-Pas Kecil sebagai bentuk peningkatan perlindungan sekaligus tertib administrasi bagi masyarakat maritim.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Muara Angke merupakan salah satu kawasan pelayaran dan perikanan dengan tingkat aktivitas yang tinggi. Karena itu, peningkatan mobilitas kapal harus diiringi dengan kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran.
"Kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran merupakan faktor utama dalam mencegah kecelakaan di laut," ujar Masyhud.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal, hingga nelayan diharapkan memastikan kapal dalam kondisi laik laut, melengkapi alat keselamatan sesuai ketentuan, tidak melebihi kapasitas angkut, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dan arahan Syahbandar sebelum berlayar.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran karena tidak ada yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia," tegasnya.
Menurut Masyhud, penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana yang memiliki peran besar dalam menyelamatkan nyawa ketika terjadi keadaan darurat di laut. Ia berharap kampanye keselamatan ini mampu membangun kesadaran kolektif sehingga keselamatan menjadi budaya dalam setiap aktivitas pelayaran.
Sementara itu, Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke, pada Desember 2025. Saat itu, Kementerian Perhubungan telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, dan 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim.
Kampanye Keselamatan Pelayaran di TPI Muara Angke diikuti 102 peserta yang terdiri atas unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi pelayaran, pemangku kepentingan, serta perwakilan nelayan dan awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.
Sebagai unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah kerja Muara Angke, KSOP Kelas IV Muara Angke terus mengimplementasi program keselamatan pelayaran melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya keselamatan di sektor transportasi laut sekaligus mewujudkan pelayaran yang aman, selamat, tertib, dan berkelanjutan.
"Keselamatan bukan hanya tentang sampai di tujuan, tetapi memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk kembali pulang dengan selamat."




Reaksi dan Komentar