Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Perkuat Keamanan Siber Sektor Maritim, Kemenhub Bersama Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook

Perkuat Keamanan Siber Sektor Maritim, Kemenhub Bersama Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity PlaybookPerkuat Keamanan Siber Sektor Maritim, Kemenhub Bersama Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity PlaybookPerkuat Keamanan Siber Sektor Maritim, Kemenhub Bersama Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity PlaybookPerkuat Keamanan Siber Sektor Maritim, Kemenhub Bersama Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity PlaybookPerkuat Keamanan Siber Sektor Maritim, Kemenhub Bersama Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook

JAKARTA (23/9) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan siber di sektor transportasi laut nasional. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui peluncuran Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook serta pelaksanaan Table-top Exercise yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, bertempat di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (22/9).

Kegiatan peluncuran ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Fiona Ritchie, tim ISF Indo Pacific Cyber Programme, pakar siber dari University of Plymouth, serta perwakilan dari Kemenkopolkam dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan, yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Kenavigasian Hernadi Tri Cahyanto, menyampaikan bahwa transformasi digital di sektor transportasi laut telah memberikan efisiensi yang luar biasa, namun di saat yang sama membawa tantangan dan risiko serangan siber.

"Transformasi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional transportasi laut, mulai dari sistem navigasi, manajemen pelabuhan, logistik, hingga pertukaran data. Namun, ketergantungan yang tinggi pada teknologi digital ini juga meningkatkan risiko dan ancaman keamanan siber," ujarnya.

Hernadi menekankan bahwa serangan siber di sektor maritim tidak lagi sekadar gangguan sistem informasi, melainkan berpotensi mengganggu kelancaran rantai logistik, keselamatan pelayaran, hingga perekonomian nasional. Oleh karena itu, keamanan siber kini dipandang sebagai elemen vital dari keselamatan dan ketahanan transportasi laut nasional.

"Penyusunan dan peluncuran Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook merupakan langkah strategis yang menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapan, merespons, serta melindungi data dan informasi dari berbagai ancaman siber," jelasnya.

Lebih lanjut, Hernadi menambahkan bahwa keberadaan Playbook ini harus diimbangi dengan pemahaman dan simulasi yang memadai. Pelaksanaan Table-top Exercise yang digelar sebagai rangkaian acara ini menjadi sarana penting untuk menguji kesiapan dan prosedur penanganan insiden siber secara nyata.

" Table-top Exercise ini bukan sekadar simulasi, tetapi kesempatan untuk menguji prosedur, mekanisme komunikasi, dan pengambilan keputusan ketika menghadapi insiden siber. Melalui latihan ini, kita dapat mengidentifikasi potensi kesenjangan serta memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak agar koordinasi lintas sektor semakin solid," tegas Hernadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih dari Menteri Perhubungan kepada Pemerintah Inggris, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, dan University of Plymouth atas kemitraan dan kontribusi dalam mendukung ketahanan siber maritim di Indonesia.

"Atas nama Menteri Perhubungan Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Pemerintah Inggris, khususnya Ibu Fiona Ritchie dan tim dari Kedutaan Besar Inggris, serta para instruktur dari University of Plymouth. Kami berharap kegiatan ini menjadi milestone strategis dalam memperkuat ketahanan siber sektor transportasi laut Indonesia, sekaligus mempererat hubungan kedua negara dalam bingkai kerja sama konstruktif di International Maritime Organization (IMO)," tutup Hernadi.

Melalui sinergi antara regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, penyedia teknologi, dan akademisi, Ditjen Hubla optimistis percepatan transformasi digital di sektor transportasi laut dapat terus berjalan aman, andal, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta perekonomian nasional. (SKY/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar