Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Perkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan Kompas

Perkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan KompasPerkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan KompasPerkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan KompasPerkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan KompasPerkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan Kompas

JAKARTA (11/9) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan pelayaran melalui Bimbingan Teknis Pengujian Penimbalan Kompas ( Compass Adjuster ) Tahun Anggaran 2026.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, mengatakan keselamatan navigasi merupakan aspek fundamental dalam pelayaran, termasuk memastikan ketepatan informasi arah dan haluan kapal bagi nakhoda dan perwira kapal.

“Keandalan peralatan navigasi, termasuk pedoman magnet atau magnetic compass, harus senantiasa dijaga dan dipastikan dapat berfungsi dengan baik. Karena itu, kompetensi personel yang melakukan penimbalan pedoman menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan navigasi kapal,” ujar Samsuddin.

Samsuddin menjelaskan, pedoman magnet dapat dipengaruhi faktor kemagnetan kapal, medan magnet bumi, perubahan konstruksi atau perlengkapan kapal, lokasi dan arah haluan kapal serta kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan compass error sehingga perlu dikoreksi secara tepat.

“Kesalahan penimbalan atau penentuan compass error dapat menyebabkan ketidaktepatan informasi arah dan meningkatkan risiko kesalahan navigasi. Karena itu, penimbalan pedoman harus dilakukan secara profesional, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Samsuddin menekankan pentingnya keseragaman metode dan standar penimbalan pedoman di seluruh Indonesia agar hasilnya andal serta mendukung navigasi kapal yang akurat dan aman.

Melalui bimbingan teknis ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai prinsip kerja pedoman magnet, sumber kesalahan pedoman, metode penimbalan, serta tata cara pengujian dan verifikasi hasil penimbalan. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari KSOP Kelas I Tanjung Emas dan AMSAT International.

Selain pembekalan materi, peserta mengikuti praktik lapangan di Pelabuhan Tanjung Priok untuk mempelajari langsung pengujian dan penimbalan kompas magnetik guna memperkecil deviasi serta memastikan arah navigasi kapal lebih akurat dan aman.

Selain itu, Advisor dan Tenaga Ahli Ilmu Kepelautan dan Pelayaran AMSAT International, Capt. Hari Purwadi, menjelaskan bahwa praktik lapangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan secara langsung pengetahuan dan metode penimbalan kompas yang telah dipelajari.

“Melalui praktik lapangan, peserta dapat memahami secara langsung bagaimana mengidentifikasi deviasi, melakukan penimbalan, serta memastikan hasil penimbalan kompas dapat mendukung ketepatan informasi arah kapal. Kompetensi ini penting untuk mendukung keselamatan navigasi,” ujar Capt. Hari.

Samsuddin berharap peningkatan pengetahuan dan pengalaman praktik dapat memperkuat kompetensi peserta. “Peserta diharapkan mampu melaksanakan penimbalan pedoman secara profesional dan bertanggung jawab guna mendukung keselamatan navigasi serta pelayaran nasional yang berstandar internasional,” tutup Samsuddin.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti 50 peserta yang berasal dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Bimbingan Teknis Pengujian Penimbalan Kompas ( Compass Adjuster ) dilaksanakan selama lima hari, mulai 7 hingga 11 September 2026 di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta Pusat. (AS/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar