Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERKUAT KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB TINGKATKAN KOMPETENSI TEKNISI TELEKOMUNIKASI PELAYARAN

PERKUAT KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB TINGKATKAN KOMPETENSI TEKNISI TELEKOMUNIKASI PELAYARANPERKUAT KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB TINGKATKAN KOMPETENSI TEKNISI TELEKOMUNIKASI PELAYARANPERKUAT KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB TINGKATKAN KOMPETENSI TEKNISI TELEKOMUNIKASI PELAYARAN

JAKARTA (21/4) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memperkuat sistem keselamatan pelayaran nasional dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bidang Telekomunikasi Pelayaran. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Diklat Teknisi Telekomunikasi Pelayaran Tingkat III yang resmi dibuka di Jakarta, Senin (20/4).

Dalam arahannya, Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto menegaskan bahwa peran Teknisi Telekomunikasi Pelayaran sangat strategis dalam menjaga keandalan sistem komunikasi maritim yang menjadi tulang punggung keselamatan pelayaran.

“Teknisi Telekomunikasi Pelayaran memiliki peran penting dalam menjamin kinerja peralatan komunikasi, baik pada Instalasi Stasiun Radio Pantai (SROP), Vessel Traffic Service (VTS), maupun sistem pendukung lainnya,” ujar Hernadi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, perkembangan Teknologi Telekomunikasi Pelayaran yang semakin modern dan kompleks menuntut peningkatan kompetensi teknis secara berkelanjutan. 

Melalui diklat ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teori, tetapi juga mampu melakukan instalasi, pemeliharaan, hingga troubleshooting peralatan secara optimal di lapangan.

Saat ini terdapat 158 Stasiun Radio Pantai (SROP) dan 23 VTS yang beroperasi di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut membutuhkan dukungan tenaga teknis yang kompeten, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan operasional serta berkurangnya tenaga akibat pensiun.

Diklat yang berlangsung hingga 21 Mei 2026 ini diikuti oleh 20 peserta dari 19 Distrik Navigasi di seluruh Indonesia. Program pelatihan mencakup pembelajaran teori, workshop praktik, hingga evaluasi akhir, dengan melibatkan kolaborasi berbagai pihak seperti Telkom University Kampus Jakarta serta mitra industri telekomunikasi.

Menurut Hernadi, penyelenggaraan diklat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung sistem keselamatan pelayaran yang handal, terintegrasi, dan berstandar internasional.

“Melalui peningkatan kompetensi SDM, kita ingin memastikan bahwa sistem Telekomunikasi Pelayaran Indonesia mampu memberikan pelayanan keselamatan yang optimal bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut,” tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keselamatan pelayaran nasional, seiring dengan meningkatnya aktivitas transportasi laut di Indonesia. (AD/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar