Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL, KEMENHUB DAN BRIN RI DORONG SBNP BERBASIS DIGITAL MELALUI SMART BUOY

PERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL, KEMENHUB DAN BRIN RI DORONG SBNP BERBASIS DIGITAL MELALUI SMART BUOYPERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL, KEMENHUB DAN BRIN RI DORONG SBNP BERBASIS DIGITAL MELALUI SMART BUOYPERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL, KEMENHUB DAN BRIN RI DORONG SBNP BERBASIS DIGITAL MELALUI SMART BUOYPERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL, KEMENHUB DAN BRIN RI DORONG SBNP BERBASIS DIGITAL MELALUI SMART BUOYPERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL, KEMENHUB DAN BRIN RI DORONG SBNP BERBASIS DIGITAL MELALUI SMART BUOY

CILACAP (14/2) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan terobosan dalam memodernisasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) guna menjamin keselamatan pelayaran dan kelancaran logistik nasional. 

Hal ini diperkuat dengan kolaborasi strategis antara Ditjen Perhubungan Laut dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI untuk mengimplementasikan teknologi Smart Buoy (Pelampung Suar Cerdas) di Alur Pelayaran strategis Tanjung Intan Cilacap, Jumat (13/2).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto, mengatakan wilayah ini dipilih karena peran vitalnya sebagai simpul logistik regional dan jalur utama distribusi energi, mengingat Cilacap merupakan rumah bagi kilang minyak terbesar di Indonesia.

"Sinergi antara sektor riset dan operasional adalah kunci menjawab tantangan keselamatan pelayaran yang kian kompleks. Dengan teknologi Smart Buoy, kita tidak hanya memantau posisi, tetapi mendapatkan data real-time mengenai keandalan SBNP. Jika ada gangguan atau pergeseran posisi, sistem akan memberikan notifikasi seketika sehingga penanganan bisa lebih cepat dan akurat," ungkap Hernadi.

Inisiatif di Distrik Navigasi Tanjung Intan Cilacap ini, lanjut Hernadi, diharapkan akan menjadi percontohan nasional dalam pengembangan SBNP berbasis teknologi di 25 Distrik Navigasi lainnya yang mengelola total 5.468 unit SBNP di seluruh Indonesia. 

“Digitalisasi SBNP memungkinkan pemeliharaan yang lebih terukur dan mengurangi risiko kecelakaan kapal di alur sempit yang dapat mengganggu distribusi energi nasional,” jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menekankan bahwa pengembangan Smart Buoy ini sejalan dengan agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat sektor maritim, mendorong transformasi digital, serta memperkokoh ketahanan energi nasional. 

“Melalui sistem monitoring berbasis real-time dan data presisi, keselamatan alur pelayaran di wilayah strategis seperti Alur Tanjung Intan Cilacap yang merupakan kawasan objek vital energi nasional dapat terjamin secara lebih akurat, responsif, dan terintegrasi,” tutur Arif.

Sebagai informasi, Alur Pelayaran Tanjung Intan Cilacap melayani lalu lintas Kapal Tanker menuju Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348.000 barel per hari. Gangguan pada navigasi di jalur ini berpotensi menghambat stabilitas ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan peninjauan langsung terhadap unit Smart Buoy Nomor 19 serta demonstrasi sistem monitoring digital yang menampilkan performa lampu dan sensor Pelampung Suar secara terintegrasi. 

Momentum ini juga ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan atas Kolaborasi Riset dan Inovasi dalam pengembangan fitur Smart Buoy pada Pelampung Suar (Redesign) berdiameter 2,5 meter. Penghargaan ini menjadi simbol sinergi antara sektor riset dan sektor operasional dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi keselamatan pelayaran serta ketahanan energi nasional. (AD/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar