Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI, KEMENHUB PERCEPAT PENYELESAIAN PEMBANGUNAN PELABUHAN WANAM

PERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI, KEMENHUB PERCEPAT PENYELESAIAN PEMBANGUNAN PELABUHAN WANAMPERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI, KEMENHUB PERCEPAT PENYELESAIAN PEMBANGUNAN PELABUHAN WANAMPERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI, KEMENHUB PERCEPAT PENYELESAIAN PEMBANGUNAN PELABUHAN WANAMPERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI, KEMENHUB PERCEPAT PENYELESAIAN PEMBANGUNAN PELABUHAN WANAM

Jakarta (23/12) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memperkuat konektivitas dan ketahanan logistik nasional dengan mempercepat penyelesaian pembangunan Pelabuhan Wanam di Provinsi Papua Selatan. Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak pengadaan barang hasil pekerjaan pembangunan Pelabuhan Wanam hingga selesai 100 persen, di Gedung Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa, (23/12).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa Pelabuhan Wanam memiliki peran strategis sebagai simpul logistik utama dalam mendukung Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional di Papua Selatan.

“Pelabuhan Wanam bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang negara untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Papua Selatan,” ujar Masyhud.

Penandatanganan kontrak ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan Pelabuhan Wanam dapat diselesaikan secara menyeluruh. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan Pelabuhan Wanam sisi laut sebesar 87, 39% (update hingga 12 Des 2025).

Dalam rangka penyelesaian pekerjaan hingga 100 persen, Ditjen Perhubungan Laut melakukan penunjukan langsung kepada PT Dua Samudera Perkasa sebagai pelaksana pekerjaan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 mengenai Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Masyhud juga menekankan pentingnya pelaksanaan pekerjaan yang mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kualitas.

“Saya berharap seluruh proses pelaksanaan kontrak ini dilakukan dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya, serta menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Masyhud menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Pelabuhan Wanam sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu terkait swasembada pangan, serta di sisi lain juga sebagai wujud pemerataan pembangunan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia dan kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur transportasi laut guna mewujudkan Indonesia yang terhubung, berdaulat, dan berdaya saing,” tambahnya.

Dengan dipercepatnya pembangunan Pelabuhan Wanam, diharapkan konektivitas laut di Papua Selatan semakin kuat, distribusi logistik menjadi lebih efisien, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional secara berkelanjutan. (AD/PF/HJ)

Reaksi dan Komentar