Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Perkuat Kolaborasi, Disnav Banjarmasin Konsisten Jaga Keselamatan Pelayaran

Perkuat Kolaborasi, Disnav Banjarmasin Konsisten Jaga Keselamatan Pelayaran

Wartatrans.com, BANJARMASIN – Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam konsistensi menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.

Kerja Sama dengan Tiongkok, KKP Dorong Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri

Fahmi4 jam

 

Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik (FKP) dan Pemberian Penghargaan Pelaporan Keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) serta Stasiun Radio Pantai (SROP)/Vessel Traffic Services (VTS) Non-DJPL, Kamis (30/7/2026).

Hari ke-12 SAR KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Terjunkan KN Kunyit Angkut Reefer Container

Redaksi16 jam

 

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual mulai pukul 14.00 WITA tersebut melibatkan para pengelola, operator dan pelaku usaha yang memiliki serta mengoperasikan fasilitas kenavigasian Non-DJPL di wilayah kerja Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin.

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Ahmad18 jam

 

Forum ini menjadi bagian dari upaya Disnav Banjarmasin membangun komunikasi dua arah sekaligus memberikan apresiasi terhadap kontribusi nyata para pemangku kepentingan dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran melalui kepatuhan pelaporan keandalan SBNP, SROP dan VTS Non-DJPL.

Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kemenhub 2027 Disetujui DPR

Redaksi7 jam

 

“Cakupan kolaborasi tersebut melibatkan 52 pemilik SBNP Non-DJPL serta 35 pemilik/pengelola SROP dan VTS Non-DJPL, yang menunjukkan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku usaha dalam menjaga keandalan layanan kenavigasian,” jelas Kepala Disnav Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro.

Keandalan Navigasi Garda Terdepan Kespel

Hari ke-12 SAR KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Terjunkan KN Kunyit Angkut Reefer Container

Redaksi16 jam

 

Bowo menegaskan, keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan urat nadi perekonomian nasional dan konektivitas antarpulau di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan sektor maritim sangat bergantung pada keandalan infrastruktur navigasi pelayaran, termasuk SBNP, SROP dan VTS.

“Koordinasi, transparansi dan sinergi antara regulator, operator dan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. SBNP yang andal serta pemantauan lalu lintas pelayaran yang akurat melalui SROP dan VTS adalah garda terdepan dalam mencegah kecelakaan di laut dan memastikan efisiensi logistik nasional,” urainya.

Melalui FKP, Disnav Banjarmasin mendorong agar komunikasi antara regulator dan operator tidak hanya berlangsung ketika terdapat persoalan, tetapi menjadi proses yang berkelanjutan dalam menjaga keandalan sarana dan pelayanan kenavigasian.

Salah satu perhatian dalam FKP adalah pentingnya menjadikan pelaporan keandalan sebagai instrumen untuk mengetahui kondisi aktual fasilitas kenavigasian sekaligus menjadi dasar tindak lanjut bila ditemukan permasalahan di lapangan.

Perwakilan BUP Indonesia Multi Purpose Terminal, Tri Andri menyampaikan perlunya mekanisme pengingat pelaporan kondisi SBNP secara berkala serta tindak lanjut apabila dalam periode tertentu terdapat fasilitas yang belum memeroleh penanganan.

“Pelaporan diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan kewajiban administratif, tetapi dilanjutkan dengan komunikasi operasional sehingga permasalahan dapat dievaluasi dan memperoleh rekomendasi penyelesaian,” ucapnya.

Menanggapi masukan tersebut, Hary Bowo mendorong pembentukan grup komunikasi pada masing-masing seksi sebagai kanal komunikasi antara Disnav Banjarmasin dan perusahaan.

Melalui kanal tersebut, masukan, keluhan maupun permasalahan yang dihadapi pelaku usaha diharapkan dapat lebih cepat tersampaikan dan ditindaklanjuti, sehingga tercipta komunikasi yang responsif dan berkesinambungan.

Disnav Banjarmasin berharap FKP ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan antara regulator, operator dan seluruh pemangku kepentingan.

Forum tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai kendala di lapangan, mempercepat penyampaian informasi, serta bersama-sama merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan penyelenggaraan kenavigasian.

“Keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab regulator. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Ketika regulator, operator dan pelaku usaha memiliki kepedulian yang sama, komunikasi berjalan baik, pelaporan dilakukan secara konsisten dan sarana navigasi selalu dijaga keandalannya, maka kita sedang membangun ekosistem keselamatan pelayaran secara bersama-sama,” pungkas Hary Bowo.

Melalui kolaborasi tersebut, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kenavigasian sekaligus memperkuat budaya keselamatan untuk mewujudkan pelayaran yang aman, selamat, efektif dan berkelanjutan. (omy)

Reaksi dan Komentar