Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERLUAS JANGKAUAN BANTUAN KEMANUSIAAN PASCA GEMPA SULAWESI TENGAH, KAPAL NEGARA KN.MERAK BERHASIL SANDAR

PERLUAS JANGKAUAN BANTUAN KEMANUSIAAN PASCA GEMPA SULAWESI TENGAH, KAPAL NEGARA KN.MERAK BERHASIL SANDAR

​PALU (5/10) – Setelah Pelabuhan Pantoloan dapat beroperasi sejak 1 Oktober 2018 pasca musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, pada hari ini (5/10) Pelabuhan Donggala juga telah dapat disandari kapal yang akan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana di wilayah Donggala dan sekitarnya.

Tercatat hari ini, kapal KN. Merak milik Distrik Navigasi Kelas I Bitung merupakan kapal pertama yang singgah di Pelabuhan Donggala yang diikuti berturut-turut oleh kapal KAL. Birang dan KAL. Suluh Pari.

Adapun ketiga kapal tersebut telah selesai melakukan bongkar muat bantuan logistik di dermaga Pelabuhan Donggala yang selanjutnya akan disalurkan kepada para korban bencana gempa bumi di wilayah Donggala dan sekitarnya.

“Kami bersyukur karena Pelabuhan Donggala sudah bisa beroperasi melayani kapal sehingga proses bongkar muat dan penyaluran bantuan bisa lebih cepat dan merata sampai ke warga di wilayah sekitarnya,” ujar Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo di Jakarta hari ini (5/10).

Menurutnya, saat ini Pelabuhan Pantolaon masih menjadi titik utama masuknya bantuan dari jalur laut. Untuk itu, Kemenhub perlu menyediakan alternatif lokasi lain yakni dengan memanfaatkan Pelabunan Donggala untuk sandar kapal-kapal yang akan melakuan bongkar muat di wilayah Donggala.

“Sebelum Pelabuhan Donggala tersebut dioperasikan, kami telah melakukan pengecekan fisik kesiapan dermaga untuk memastikan faktor keselamatan dan keamanannya, mengingat Pelabuhan Donggala ikut terdampak gempa yang menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas pelabuhan, termasuk dermaga,” jelas Dirjen Agus.

Hasil cek fisik sementara menyatakan, dermaga Pelabuhan Donggala yang dapat digunakan saat ini memiliki panjang 80 meter, kedalaman pasang terendah 7 meter, kondisi kokoh dan siap digunakan.
IMG-20181005-WA0098.jpg
Adapun Pelabuhan Donggala memiliki panjang dermaga (100 x 12) m2, trestle 1 ukuran (28 x 8) m2, trestle 2 ukuran (34 x 6) m2, causeway (8 x 8) m2, dan kedalaman -5 s.d. 10 mLws.

“Sebagai tindak lanjut pasca bencana ini, ke depan Kemenhub merencanakan akan merealokasi anggaran untuk perbaikan fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa dan tsunami serta melakukan rehabilitasi pada fasilitas transportasi laut baik sarana dan prasarana agar fasilitas tersebut dapat segera berfungsi secara penuh,” kata Dirjen Agus.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima dari Nakhoda kapal patroli KN. Gandiwa sebagai contact point di Pelabuhan Pantoloan, saat ini situasi di Pelabuhan Pantoloan terpantau aman dan kondusif. Pada hari ini, terdapat beberapa kapal yang sandar di Pelabuhan Pantoloan, yakni KRI. dr. Soeharso yang rencananya akan bersandar selama 1 (satu) bulan di Pelabuhan Pantoloan untuk memberikan pelayaran medis, TB. Twin Sister, KM. Tonasa Line, AHTS Unggaran, dan kapal lainnya.


 *KM. Sabuk Nusantara 97 Angkut Pengungsi Menuju Toli-Toli dan Buol* 

Sementara itu, kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 97 telah diberangkatkan pagi ini Jumat (5/10) dari Tarakan, dan rencananya akan tiba di Pelabuhan Pantoloan esok Sabtu (6/10) pukul 14.00 WITA. Nantinya, kapal tersebut akan diarahkan untuk mengangkut pengungsi dengan tujuan Toli-Toli dan Buol sesuai permintaan Bupati masing-masing.

“Kami mendapat informasi bahwa di Palu terdapat sekitar 500 pengungsi tujuan Buol. Oleh karenanya, kami menyediakan kapal KM. Sabuk Nusantara 97 yang bisa digunakan oleh para pengungsi menuju wilayah yang dituju,” tutup Dirjen Agus.

Reaksi dan Komentar