Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERMUDAH PEMETAAN PROFILING PEGAWAI STRUKTURAL DAN NON STRKTURAL, DITJEN HUBLA TERAPKAN DIGITAL PROFILING (DIPRO)

PERMUDAH PEMETAAN PROFILING PEGAWAI STRUKTURAL DAN NON STRKTURAL, DITJEN HUBLA TERAPKAN DIGITAL PROFILING (DIPRO)PERMUDAH PEMETAAN PROFILING PEGAWAI STRUKTURAL DAN NON STRKTURAL, DITJEN HUBLA TERAPKAN DIGITAL PROFILING (DIPRO)PERMUDAH PEMETAAN PROFILING PEGAWAI STRUKTURAL DAN NON STRKTURAL, DITJEN HUBLA TERAPKAN DIGITAL PROFILING (DIPRO)

JAKARTA (6/2) – Sebagai upaya memetakan Profiling Pegawai Struktural maupun Pegawai Non Strutural secara sistematis dan terpadu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan membuat suatu terobosan melalui penerapan Digital Profiling (DIPRO).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi mengatakan, penerapan DIPRO dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi diantaranya cukup banyaknya permintaan usulan Assessment yang berasal dari 296 Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Kantor Pusat yaitu berjumlah lebih dari 1.000 pengajuan assessment pertahun di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Sedangkan kegiatan assessment hanya mempunyai kuota rata-rata 150 pegawai pertahunnya. Kondisi tersebut mengakibatkan tidak terakomodirnya permintaan sebagai kandidat assessment,” ujar Capt. Antoni saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Penerapan Digital Profiling (DIPRO) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tahun 2024 secara daring, Selasa (6/2).

Lebih lanjut Capt Antoni menjelaskan, selain untuk mengakomodir pegawai dalam mengikuti assessment, penerapan DIPRO dapat memberikan peluang dalam meningkatkan soft skill bagi para kandidat untuk mempersiapkan diri pada kegiatan assessment. 

“Hadirnya DIPRO akan menjadi salah satu acuan untuk pengembangan karir sesuai dengan kebutuhan organisasi serta dapat menghasilkan calon pimpinan yang memiliki kompetensi dan kinerja serta profesionalitas kerja yang unggul sehingga memberikan kontribusi besar dalam mendukung tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” kata Capt. Antoni. 

Pihaknya berharap DIPRO menjadi sebuah terobosan yang akan membuka seluas-luasnya kesempatan pola karir pegawai dan seleksi akan dilakukan secara transparan dalam prosesnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan mengungkapan, penerapan Aplikasi DIPRO dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mewujudkan pengelolaan data dan pemetaan profiling pegawai secara sistematis dan terpadu di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

"Melalui Sosialisasi ini kami berharap seluruh peserta dapat memahami pola karir melalui penerapan DIPRO serta terwujudnya pengolahan data sebagai upaya memetakan profiling pegawai baik struktural maupun pegawai non struktural," kata Lollan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Hanif Kartika Yudha memaparkan tentang Penggunaan Aplikasi DIPRO. Dia menjelaskan, DIPRO hadir sebagai metode cara penilaian kinerja untuk promosi jabatan yang di antaranya meliputi penilaian, persyaratan dokumen, penilaian 360˚, penilaian Appraisal Essay, FGD, BARS dan Ability serta penilaian MBO. 

“Kami berharap DIPRO dapat disosialisasikan dengan baik kepada seluruh pegawai baik di Kantor Pusat maupun UPT di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut sehingga para pegawai dapat mempersiapkan pengembangan karier, peningkatkan soft skill dan mempermudah pelaksanaan mutasi, penetapan pembagian klasifikasi, serta penempatan jabatan yang dinilai berdasarkan hasil scoring penilaian SDM, kemudian penempatan pejabat dinilai berdasarkan hasil pfofiling pegawai dan evaluasi pejabat struktural,” ujar Hanif. (PF/MM/HB)
 

Reaksi dan Komentar