Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Persiapan Maksimal Ditjen Perhubungan Laut Hadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Persiapan Maksimal Ditjen Perhubungan Laut Hadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024Persiapan Maksimal Ditjen Perhubungan Laut Hadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024Persiapan Maksimal Ditjen Perhubungan Laut Hadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024Persiapan Maksimal Ditjen Perhubungan Laut Hadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024Persiapan Maksimal Ditjen Perhubungan Laut Hadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

JAKARTA (05/12) - Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Antoni Arif Priadi, menyampaikan kesiapan maksimal pihaknya dalam menghadapi arus mudik Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Angkutan Laut Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024, Senin (5/12), Capt. Antoni menyebutkan bahwa pemerintah memprediksi akan ada lonjakan volume penumpang sebesar 5% dibandingkan tahun lalu.

 

"Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan armada angkutan laut sebanyak 1.354 kapal dengan kapasitas 242.069 penumpang," ujar Antoni.

 

Selain itu, lanjut Capt. Antoni, Ditjen Perhubungan Laut juga akan membentuk posko pemantauan di 264 pelabuhan Indonesia mulai 18 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024. “Posko-posko ini bertujuan untuk memantau situasi di lapangan sekaligus menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan penumpang” tuturnya.

 

Hal yang tak kalah penting yang digarisbawahi dalam Rakor Angkutan Laut Nataru 2023-2024 adalah memastikan seluruh armada kapal dalam keadaan laiklaut dan bahu membahu dalam meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk mengantisipasi cuaca ekstrim. 

 

“Untuk itu, diharapkan seluruh Unit Pelaksana Teknis dan para Nahkoda agar selalu memantau prakiraan cuaca yang didapat dari BMKG. Syahbandar juga wajib melakukan penundaan keberangkatan kapal apabila terjadi kondisi cuaca buruk sebelum kapal berangkat, karena keselamatan pelayaran tidak dapat dikompromi” tegas Capt. Antoni.

 

Mengingat Nataru kerap bersamaan dengan cuaca ekstrim, Ia tak lupa menginstruksikan agar fasilitas pelabuhan menjadi perhatian bagi para UPT dan Operator. Sedangkan perusahan pelayaran diminta untuk dapat meng-update info terkini jadwal kedatangan/keberangkatan kapal baik di pelabuhan atau melalui media sosial.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting mengungkapkan bahwa Kemenhub akan mengoptimalkan potensi armada angkutan laut pada UPT di daerahnya masing-masing, terutama ruas-ruas dengan jumlah penumpang tertinggi pada arus mudik/balik sehingga dapat mengurangi terjadinya penumpukan penumpang.

 

Adapun untuk meningkatkan koordinasi, Capt. Hendri mengatakan pihaknya akan selalu bersinergi dan melibatkan semua pihak terkait dalam manajemen keadaan darurat. Hal tersebut diimplementasikan melalui pembaharuan rencana darurat secara teratur dan melibatkan pelatihan dan simulasi, serta memetakan lokasi kapal negara KPLP dan Kenavigasian. 

 

"Kami berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dengan persiapan ini, kami yakin arus mudik dan balik Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dapat berjalan dengan lancar," tutupnya. (AD/MM/HB)

Reaksi dan Komentar