Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PERSIAPAN MENUJU NEW NORMAL, SUBSEKTOR TRANSPORTASI LAUT DI WILAYAH KALIMANTAN TETAP KEDEPANKAN PROTOKOL KESEHATAN

PERSIAPAN MENUJU NEW NORMAL, SUBSEKTOR TRANSPORTASI LAUT DI WILAYAH KALIMANTAN TETAP KEDEPANKAN PROTOKOL KESEHATANPERSIAPAN MENUJU NEW NORMAL, SUBSEKTOR TRANSPORTASI LAUT DI WILAYAH KALIMANTAN TETAP KEDEPANKAN PROTOKOL KESEHATANPERSIAPAN MENUJU NEW NORMAL, SUBSEKTOR TRANSPORTASI LAUT DI WILAYAH KALIMANTAN TETAP KEDEPANKAN PROTOKOL KESEHATAN

BALIKPAPAN (30/5) - Saat ini pembatasan perjalanan dengan moda transportasi laut dalam rangka mudik lebaran serta pengetatan pemeriksaan masih diberlakukan hingga tanggal 7 Juni 2020. Setelah itu, akan memasuki era new normal dimana masyarakat mulai menjalankan aktivitas secara normal namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Demikian diungkapkan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko saat melakukan peninjauan ke Pelabuhan Semayang, Balikpapan (29/5).

Menurutnya, laju pergerakan ekonomi harus terus bergulir sehingga implikasinya pergerakan orang, barang atau kapal harus tetap berjalan.

"Ekonomi harus bergerak dan perusahaan tetap bisa menjalankan bisnis sebagaimana mestinya, seperti perusahaan pengeboran  lepas pantai atau off shore ataupun kegiatan industri dan pabrik juga harus tetap berjalan, sehingga Pemerintah harus tetap memfasilitasinya," urai Capt. Wisnu.

Dalam kegiatan monitoring di Balikpapan, Capt. Wisnu juga berkesempatan melakukan rapat melalui video conference (vicon) dengan Satgas Angkutan Laut Covid-19 Balikpapan serta para Kepala KSOP, Kepala UPP dan Kepala Distrik Navigasi di wilayah kerja Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka membahas persiapan dan antisipasi menuju new normal dalam pengoperasian kapal dan pelabuhan.

Pada kesempatan tersebut, ia memberikan arahan agar protokol Covid-19 tetap secara tegas diterapkan dalam masa new normal dan saat pemberlakuannya nanti harus disikapi dengan bijak oleh semua pihak.

"Dari pantauan di lapangan serta laporan para Kepala UPT, Pelabuhan Balikpapan dan beberapa pelabuhan lain di Kaltim dan Kaltara sudah siap memberlakukan new normal. Meski demikian, kondisi yang ada sekarang harus dijaga dan dipertahankan agar tetap mengedepankan aturan protokol kesehatan yang ada," imbuhnya.

Pihaknya minta kepada jajaran terkait agar mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Misalnya, dengan mengatur mekanisme pemesanan tiket dan jumlah penumpang 50 % dari total kapasitas kapal, penerapan phyisical distancing, pemeriksaan kesehatan, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta kebijakan lainnya harus disiapkan sejak sekarang.

Selain regulator di pelabuhan, peran operator pelabuhan dan perusahaan pelayaran juga sangat penting dalam mendukung new normal sesuai tupoksi masing-masing. Oleh karenanya, semua pihak wajib memastikan setiap penumpang yang naik ke kapal dalam keadaan sehat dan memiliki dokumen pendukung yang dipersyaratkan. 

"Seluruh proses pengangkutan penumpang dari awal hingga tiba di pelabuhan tujuan harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, termasuk menyiapkan ruang karantina di kapal beserta dokter/tenaga medis jika sewaktu-waktu ada penumpang yang sakit," pungkas Capt. Wisnu.

 

Reaksi dan Komentar