Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Pesawat Amfibi Dan Ground Breaking Water Aerodrome Sulawesi Selatan

Pesawat Amfibi Dan Ground Breaking Water Aerodrome Sulawesi SelatanPesawat Amfibi Dan Ground Breaking Water Aerodrome Sulawesi SelatanPesawat Amfibi Dan Ground Breaking Water Aerodrome Sulawesi SelatanPesawat Amfibi Dan Ground Breaking Water Aerodrome Sulawesi SelatanPesawat Amfibi Dan Ground Breaking Water Aerodrome Sulawesi SelatanPesawat Amfibi Dan Ground Breaking Water Aerodrome Sulawesi Selatan

Langit biru Makassar menjadi saksi lahirnya tonggak baru transportasi Indonesia. Senin (11/8), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meluncurkan pesawat amfibi (seaplane) sekaligus menandatangani prasasti water aerodrome di Center Point of Indonesia.

Menteri Perhubungan menyampaikan Seaplane dan waterbase aerodrome ini akan membuka dan memperkuat konektivitas antar wilayah, menjangkau pulau-pulau kecil yang selama ini sulit diakses. Dengan kemampuan lepas landas dan mendarat di air, seaplane menjadi jawaban atas tantangan geografis Sulawesi Selatan yang dikelilingi garis pantai panjang dan pulau-pulau eksotis.

Pesawat Cessna C172SP Amphibian yang didemonstrasikan mampu terbang hingga 3 jam dengan hanya membutuhkan lintasan ±700 meter untuk take off. Pelatihan pilot akan dilakukan bersama API Banyuwangi, pelopor pelatihan seaplane di Asia Tenggara.

Turut hadir Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wagub Fatmawati Rusdi, Dirjen Hubla Muhammad Masyhud, Dirjen Hubud Lukman F. Laisa, Kepala Dishub Sulsel Erwin Tarwo, Kepala KSOP Utama Makassar Ir. Jon Kenedi, Direktur API Banyuwangi Capt. Daniel Dewantoro Rumani, serta para bupati.

Kehadiran moda transportasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga membuka peluang baru di sektor logistik, kesehatan darurat, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Sebuah langkah maju menuju masa depan konektivitas yang lebih inklusif.

Reaksi dan Komentar