Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

POSKO TINGKAT NASIONAL ANGKUTAN LEBARAN TERPADU DITUTUP, POSKO ANGKUTAN LAUT LEBARAN MASIH BERLANJUT HIN

POSKO TINGKAT NASIONAL ANGKUTAN LEBARAN TERPADU DITUTUP, POSKO ANGKUTAN LAUT LEBARAN MASIH BERLANJUT HIN

​

JAKARTA (14/6) - Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H resmi ditutup oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Jumat (14/6). Posko yang ditutup adalah untuk moda transportasi darat, udara, dan kereta api. Sedangkan Posko moda transportasi laut masih akan diperpanjang hingga H+15 dan dipindahkan ke Gedung Karsa, lantai 4 Kantor Kementerian Perhubungan. 

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor pelayaran kapal dari satu titik ke titik lainnya memakan waktu lebih lama bila dibandingkan moda transportasi lainnya sehingga ditetapkan Posko Angkutan Laut Lebaran dimulai lebih dahulu dan berakhir belakangan yaitu dari H-15 s.d. H+15 atau hingga 21 Juni 2019.

“Secara umum Kemenhub mencatat terjadi penurunan angka kecelakaan mencapai 71 % dari tahun 2018, termasuk di moda transportasi laut," ucap Agus di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H Kemenhub, Jumat (14/6).

Dirjen Agus menyoroti jumlah pemudik angkutan laut meningkat. Dari H-15 sampai dengan H+7 tahun 2019, total penumpang naik sebanyak 1.480.636 orang atau meningkat 8,57 % dari tahun 2018. Sedangkan total penumpang turun sebanyak 1.437.183 orang atau 7,79 % dibanding tahun lalu.

Ia menjelaskan bahwa pelabuhan yang mengalami lonjakan penumpang paling tinggi selama masa angkutan laut lebaran 2019 banyak terjadi di Kepulauan Riau, seperti Pelabuhan Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tanjung Buton, Surabaya, Ternate, Balikpapan, Makassar, dan beberapa wilayah lain.

“Tapi kami bersyukur semuanya masih bisa tercover dan seluruh penumpang dapat terangkut. Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang, kami memanfaatkan kapal-kapal yang ada, memberikan dispensasi kapasitas penumpang serta melakukan penataan trayek kapal khususnya pada titik-titik yang terjadi lonjakan penumpang,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengerahkan kapal-kapal Negara baik kapal navigasi ataupun kapal patroli KPLP yang ditugaskan untuk mengangkut penumpang di pelabuhan yang terjadi lonjakan penumpang. Misalnya saja saat terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Tanjung Buton, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. Saat itu, Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan kapal navigasi KN. Rupat Milik Distrik Navigasi Kelas I Dumai untuk mengangkut penumpang yang masih berada di pelabuhan.

Selain itu, Dirjen Agus menyampaikan apresiasinya kepada TNI AL yang telah membantu pengerahan kapal KRI Makassar dari Balikpapan ke Surabaya dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2019 ini sehingga pelaksanaan mudik lebaran berlangsung dengan aman, selamat, tertib dan nyaman.

“Hingga kini, mudik lebaran tahun ini berjalan lancar dan sukses. Di sisi lain, kami juga menyadari masih terdapat beberapa kekurangan. Namun kekurangan yang terjadi pada tahun ini nantinya akan dijadikan pelajaran untuk memperbaiki penyelenggaraan mudik lebaran pada tahun berikutnya,” kata Dirjen Agus.

Oleh karenanya, Dirjen Agus mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan mudik Lebaran tahun ini, khususnya untuk moda transportasi laut. 


Reaksi dan Komentar