Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Potensi Indonesia Melalui Konektivitas Tol Laut dan Udara 22/07/2017

Potensi Indonesia Melalui Konektivitas Tol Laut dan Udara 22/07/2017

​

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kekuatan serta potensi yang dimiliki Indonesia adalah melalui konektivitas tol laut dan udara. Demikian disampaikan Menhub saat memberikan ceramah umum tentang 'Indonesia Economics and Development Update" pada acara Halal Bihalal Himpuni 2017 di Gedung Dhanapala pada Jumat (21/7).

"Beberapa inisiatif yang memberikan suatu makna yaitu tol laut dan udara memberikan suatu manfaat dimana mengurangi disparitas harga yang terjadi di Barat sampai ke Timur Indonesia. Tol laut diselenggarakan dalam rangka menjamin ketersediaan barang dan untuk mengurangi disparitas harga bagi masyarakat untuk menjamin kelangsungan pelayanan penyelenggaraan angkutan barang ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan," jelas Menhub.

Lebih lanjut Menhub juga menjelaskan bahwa tol laut berintegrasi dengan program Rumah Kita untuk mempermudah koordinasi dengan Pemda serta Stakeholders terkait dengan kebutuhan barang dan pendistribusian barang di wilayah sekitar lokasi Rumah Kita yang terbagi menjadi 6 (enam) lokasi.

Disamping itu, tol laut juga berintegrasi dengan angkutan udara perintis barang (Jembatan Udara) dimana petikemas setelah tiba di pelabuhan akan diangkut melalui jalur darat menuju bandara guna diangkut menuju lokasi sesuai dengan jalur Tol Udara.

Oleh karenanya, Menhub mencoba membuat suatu pengelolaan di laut antara Jalur Jakarta-Surabaya dengan menggunakan kapal ro-ro yang dapat mengangkut penumpang dan kontainer.

"Kapal ro-ro menjadi suatu keunggulan dan diharapkan dapat membantu masalah yang ada di darat yaitu mengurangi tekanan jalan dan membantu mengangkut logistik dari dan ke Jakarta," ujar Menhub.
IMG-20170722-WA0011.jpg
Lebih lanjut, manfaat lainnya adalah dapat mempersingkag waktu tempuh pendistribusian logistik serta biaya pengiriman lebih murah.

"Disini saya gambarkan jarak tempuh Jakarta ke Surabaya lebih aman dan ekonomis dan juga dari Surabaya menuju Lembar atau  dr Jakarta menuju Panjang juga waktu yang dibutuhkan relatif pendek sementara dengan darat membutuhkan waktu yang lebih panjang, menimbulkan kemacetan dan beban jalan," terang Menhub.

Kedepan, Menhub mengajak serta peran anggota Himpuni untuk turut serta mensukseskan program Kemenhub.

Sektor transportasi memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan daya saing infrastruktur transportasi Indonesia. Oleh karenanya Kemenhub siap utk bekerjasama dengan Himpuni krn pekerjaan ini merupakan pekerjaan kita bersama," tutup Menhub.


Reaksi dan Komentar