Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Presiden Targetkan 15 Ribu Kendaraan Perbulan Diekspor dari Patimban

Presiden Targetkan 15 Ribu Kendaraan Perbulan Diekspor dari Patimban

Patimban – Pemerintah terus memacu kinerja Pelabuhan Patimban agar bisa melayani lebih banyak pengangkutan kendaraan, baik untuk ekspor maupun domestik. Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung aktivitas kegiatan ekspor kendaraan yang tengah berlangsung di Pelabuhan Patimban pada Selasa (8/3).

 

Pada hari ini di Pelabuhan Patimban tengah berlangsung kegiatan ekspor kendaraan ke Filipina menggunakan Kapal Trans Harmony 2 Panama. 

 

Dalam tinjauannya, Presiden Jokowi menyampaikan optimisme kegiatan ekspor kendaraan melalui Car Terminal Pelabuhan Patimban akan terus meningkat ke depannya. “Sebelumnya direncanakan tahun ini bisa ekspor kurang lebih 160 ribu kendaraan per tahun. Tetapi melihat progress 3 (tiga) bulan ini, bisa naik menjadi 180 ribu kendaraan per tahun,” kata Presiden.

 

Presiden mengungkapkan, akan terus menambah tujuan negara ekspor kendaraan dari Pelabuhan Patimban. “Ekspor ke negara Filipina, Brunei Darrusalam, Jepang, dan Vietnam ini sebagai awal. Nanti akan dikembangkan ke negara-negara lain, sehingga satu bulan ditargetkan bisa 15 ribu kendaraan yang diekspor dari Pelabuhan Patimban. Ini artinya industri kita terus bergerak meskipun di tengah pandemi,” ujarnya.

 

Presiden berharap keberadaan Pelabuhan Patimban dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya. 

 

Pada kesempatan yang sama, Menhub menjelaskan, keberadaan Pelabuhan Patimban akan berkolaborasi dengan Pelabuhan Priok menjadi Hub baru yang besar. 

 

“Visinya adalah bagaimana kita membuat suatu titik baru kegiatan ekspor selain di Priok yang memiliki masalah kemacetan. Dengan makin banyaknya kegiatan ekspor, maka diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi,” ungkap Menhub.

 

Menhub menuturkan, pada tahun 2027, Pelabuhan Patimban ditargetkan akan memiliki kapasitas yang sama dengan Priok yaitu kapasitas sekitar 7.5 Juta TEUs peti kemas atau kontainer dan 600 ribu kendaraan per tahun. 

 

Pemerintah melalui Kemenhub terus melakukan upaya-upaya meningkatkan daya saing bangsa melalui pembanguan infrastruktur transportasi. Selain membangun Pelabuhan Patimban, juga akan membangun Balai Uji Kendaraan Bermotor atau Proving Ground di Bekasi, sehingga kendaraan-kendaraan yang dibuat di Indonesia yang akan diekspor ke luar negeri bisa langsung dilakukan pengujian di Indonesia. 

 

Menurut Menhub, Indonesia memiliki potensi kemampuan industri manufaktur dan pasar domestik yang kuat yang dapat menjadi daya tarik bagi para investor.

 

“Jadi pelabuhan kita siapkan, pendukung industri kendaraannya juga disiapkan. InsaAllah 2027 kita leading di Asia Tenggara,” jelas Menhub.

 

Turut hadir dalam kegiatan peninjauan Dubes Jepang untuk Indonesia Kasanugi Kenji, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Bupati Subang H. Ruhimat. (LKW/RDL/LA/HS) 

Reaksi dan Komentar