Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PT. SMT RESMI KELOLA TERMINAL SIAM MASPION DI PELABUHAN GRESIK

PT. SMT RESMI KELOLA TERMINAL SIAM MASPION DI PELABUHAN GRESIKPT. SMT RESMI KELOLA TERMINAL SIAM MASPION DI PELABUHAN GRESIKPT. SMT RESMI KELOLA TERMINAL SIAM MASPION DI PELABUHAN GRESIKPT. SMT RESMI KELOLA TERMINAL SIAM MASPION DI PELABUHAN GRESIKPT. SMT RESMI KELOLA TERMINAL SIAM MASPION DI PELABUHAN GRESIK

SURABAYA (9/7) - PT. Siam Maspion Terminal (SMT) resmi mengelola Terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian konsesi antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. SMT di Surabaya, Jawa Timur. Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan, usai ditandatanganinya perjanjian konsesi oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik R. Totok Mukarto dan Direktur PT. SMT Marianus Oei, Pemerintah telah secara resmi memberikan penugasan dan hak konsesi kepada PT. SMT untuk melakukan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Siam Maspion selama jangka waktu konsesi yang telah disepakati, yakni selama 43 tahun dengan besaran pendapatan konsesi sebesar 2,5% dari pendapatan kotor (bruto). Menurut Dirjen Agus, sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, telah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi investor baik swasta maupun BUMN/BUMD untuk menanamkan modalnya dalam bidang kepelabuhanan. "Konsesi menjadi poin penting dalam memulai investasi baik untuk pengelolaan terminal maupun pelabuhan. Konsesi juga menjadi kunci utama daripada bisnis pelabuhan itu sendiri," katanya. Pihaknya memberikan apresiasi kepada PT. SMT yang telah menjadi BUP swasta murni pertama di Provinsi Jawa Timur yang mendapatkan penunjukan konsesi sebagai pelaksana kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik. "Dengan adanya kerjasama antara Pemerintah selaku regulator dengan BUP swasta murni ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik nasional sehingga nantinya dapat menekan biaya logistik serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat sekitar pelabuhan," ujar Dirjen Agus. Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik R. Totok Mukarto mengatakan bahwa Pelabuhan Gresik memiliki lokasi dan potensi yang sangat strategis. "Pelabuhan Gresik berada di dekat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan lokasinya sangat strategis untuk dapat menjadi penghubung kawasan barat dan timur Indonesia," tutur Totok. Ia berharap keberadaan Terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi, sehingga daerah hinterland-nya dapat berkembang lebih pesat lagi dan menjadi salah satu penopang arus investasi di Indonesia. "Dengan konsesi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mendukung program Pemerintah dalam upaya meningkatkan kelancaran logistik nasional yang efisien serta peningkatan kapasitas layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Gresik," terangnya. Adapun PT. SMT adalah perusahaan Joint Venture antara PT. Maspion Investindo (Maspion Group) dengan SCG Chemical Pte. Ltd. (SCG Group Thailand) yang berdiri sejak tahun 1995 dan beroperasi secara komersial tahun 1998, sebagai pemilik dan pengelola TUKS di lingkungan Kawasan Industri Maspion – Manyar – Gresik. PT. SMT telah memiliki ijin usaha sebagai BUP sejak tahun 2010 dan ke depan PT. Maspion juga akan bekerja sama dengan Dubai Port World untuk mengembangkan Terminal Kontainer di wilayah Gresik.

Reaksi dan Komentar