Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Pulau Sapudi

Pulau Sapudi

Sapudi adalah sebuah pulau di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura, Sapudi merupakan pulau terluas kedua setelah Pulau Kangean dan pulau dengan penduduk terbanyak. Pulau ini terbagi atas dua kecamatan, yakni Nonggunong, Sumenep di bagian utara, dan Gayam, Sumenep di bagian selatan.

Dihikayatkan, dahulu sekali Pulau Sapudi bermakna 'Pulau Sapi', dengan raja yang beragama Hindu, yang dianut pula oleh masyarakatnya.[1] Adalah Sunan Wirokromo Blingi dan Sunan Wirobroto Nyamplong yang berasal dari Sumenep yang mengadakan perubahan terhadal Pulau Sapudi, kedua Sunan ini yang menjadi sesepuh tertua di Pulau Sapudi, juga mengadakan dakwah di sana. Lambat laun, dakwah yang berlangsung di sana memakai metode kesenian ludrug.[1] Akibatnya terasa pada sejumlah nama desa yang diberi nama alat-alat musik ludrug, serupa desa Gendang, desa Tukong (dari gong), dan lain-lain. Instrumen-instrumen musik itu memberi arti bagi sejarah desa-desa itu.[1] Sampai saat ini, makam dua sunan itu banyak didatangi penziarah, selain orang sapudi sendiri yang berziarah, juga banyak orang-orang dari luar Sapudi. Makam keramat kedua sunan ini terletak di dua tempat terpisah yaitu, sunan Wirokromo di desa belingi kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep dan Sunan Wirobroto di desa nyamplong kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep.

Pulau Sapudi terkenal dengan keunggulan kerapan sapinya. Ternak sapi yang masih secara tradisional di Sapudi menjadi mata pencaharian bagi penduduk di pedesaan atau pedalaman. Sapi kerapan di Pulau Sapudi sering menjuarai kemenangan dalam lomba kerapan, baik di tingkat Kabupaten maupun tingkat wilker (wilayah kerapan) di Madura yang meliputi Kab. Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Kab. Bangkalan.

Reaksi dan Komentar