Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

RAKER DITJEN HUBLA 2019 HASILKAN LIMA RUMUSAN STRATEGIS 10/04/2019

RAKER DITJEN HUBLA 2019 HASILKAN LIMA RUMUSAN STRATEGIS 10/04/2019

​JAKARTA (10/4) - Rapat Kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Raker Ditjen Hubla) Tahun 2019 yang telah berlangsung selama 3 (hari) dari tanggal 8 s.d. 10 April 2019 resmi ditutup oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta, hari ini (10/4).


Pelaksanaan Raker Ditjen Hubla yang mengambil tema “Transportasi Laut yang Bersih, Efektif, dan Terintegrasi” ini menghasilkan 5 (lima) rumusan strategis beserta rekomendasi tindak lanjut yang sebelumnya telah dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi menjadi 5 (lima) Komisi.

Adapun kelima rumusan dan rekomendasi yang dihasilkan meliputi optimalisasi penerimaan dan pemanfaatan PNBP untuk peningkatan kinerja pelayanan, penegakan hukum dan upaya penanggulangan sampah di laut, peran transportasi laut dalam menjaga dan meningkatkan konektivitas, Badan Layanan Umum (BLU) dan peningkatan pembinaan peluang usaha sektor transportasi laut serta integrasi sistem informasi dan peningkatan kompetensi SDM dalam rangka percepatan implementasi digitalisasi pelayanan.

“Selama tiga hari pelaksanaan Rapat Kerja kali ini, telah menghasilkan beberapa keputusan bersama yang tentunya perlu ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran Ditjen Hubla,” ujar Arif.

Rumusan pertama terkait dengan upaya optimalisasi penerimaan dan pemanfaatan PNBP. Arif mengungkapkan bahwa Ditjen Hubla akan melakukan penyesuaian tarif dan jenis PNBP yang akan ditindaklanjuti dengan melakukan revisi tarif PNBP pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Perhubungan.

“Kami juga akan melakukan penyempurnaan SOP pembayaran PNBP dalam rangka peningkatan pengawasan penerimaan PNBP serta mengoptimalkan potensi sumber PNBP,” imbuh Arif. 

Kedua, terkait isu penegakan hukum di laut, Arif menegaskan bahwa sebagai regulator yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan penegakan hukum di laut, Ditjen Hubla perlu melakukan berbagai upaya di antaranya peningkatan fasilitas utama dan sarana pendukung Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) serta peningkatan kompetensi SDM KPLP dalam rangka penegakan hukum.

“Kami juga akan segera melakukan penyempurnaan peraturan terkait kewenangan dan tugas fungsi dalam penegakan hukum di laut,” tuturnya.

Begitu pun dengan isu perlindungan lingkungan maritim menjadi fokus Dtjen Hubla, yang salah satunya melalui upaya penanggulangan sampah di laut. 

“Untuk mengurangi sampah di laut, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Sampah Laut untuk mengurangi 70% sampah plastik di laut pada tahun 2025,” kata Arif.
Selain itu, rekomendasi lainnya perlu dilakukan juga peningkatan ketersediaan infrastruktur reception facility atau fasilitas penampungan di pelabuhan serta penyusunan SOP penanganan sampah yang dihasilkan dari kapal dan sungai serta penanggulangan pencemaran akibat tumpahan minyak.

Hasil Raker Ditjen Hubla juga menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan peran transportasi laut dalam meningkatkan konektivitas sebagai upaya menurunkan biaya logistik nasional.

“Program pembangunan konektivitas menjadi prioritas Kemenhub. Oleh karenanya Pemerintah akan terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan yang memadai, penyempurnaan data kinerja pada masing-masing pelabuhan, ketersediaan konektivitas angkutan laut berupa jaringan kapal tol laut yang meliputi kapal komersial dan kapal kewajiban pelayanan publik (PSO), peningkatan pelayanan di terminal penumpang dengan penerapan e-ticketing secara penuh serta peningkatan koordinasi dengan Pemda/instansi terkait dalam hal perizinan,” jelasnya.
 
Rekomendasi penting lain yang dihasilkan dalam Raker ialah melakkan identifikasi unit kerja di lingkungan Ditjen Hubla yang berpotensi untuk dijadikan Badan Layanan Umum (BLU).
WhatsApp Image 2019-04-10 at 16.55.55.jpeg
“Kami akan melanjutkan untuk mengusulkan beberapa UPT menjadi BLU yaitu 6 (enam) Distrik Navigasi, Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) maupun UPT lain yang berpotensi sekaligus menyiapkan SDM untuk mendukung penyelenggaraan BLU,” ucap Arif.

Rumusan terakhir yang dihasilkan dalam Raker yakni terkait dengan upaya integrasi sistem informasi dan peningkatan kompetensi SDM dalam rangka percepatan implementasi digitalisasi pelayanan dan operasional.

“Saya minta kepada seluruh jajaran Ditjen Hubla untuk bersinergi dan melakukan langkah-langkah yang cepat dan efektif dalam mewujudkan integrasi dan digitalisasi melalui pengembangan dan integrasi aplikasi operasional berbasis online baik di lingkungan internal Ditjen Hubla maupun dalam pelayanan di pelabuhan, penyempurnaan organisasi dan tupoksi bidang IT serta penyusunan panduan pengembangan sistem data dan informasi. 

Pada kesempatan tersebut, Sesditjen Hubla juga menginstruksikan kepada seluruh unit kerja baik di pusat maupun di daerah untuk melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan tahun 2019 agar Ditjen Hubla dapat meningkatkan daya serap minimal sebesar 90% tahun ini. 

Selanjutnya, Arif juga mengajak kepada seluruh jajaran Ditjen Hubla agar saling menjaga integritas dan nama baik pribadi maupun instansi serta memperbaiki pola kerja yang mengedepankan prinsip good governance.

“Sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di bidang transportasi laut, saya minta kepada seluruh jajaran Ditjen Hubla untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi mewujudkan transportasi laut yang bersih, efektif dan terintegrasi,” tutup Arif.



Reaksi dan Komentar