Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

RANGKAIAN HARI PERS NASIONAL 2019, KEMENHUB BAGIKAN PAS KECIL DAN BUKU PELAUT NELAYAN DI JATIM

RANGKAIAN HARI PERS NASIONAL 2019, KEMENHUB BAGIKAN PAS KECIL DAN BUKU PELAUT NELAYAN DI JATIM

​SURABAYA (4/2) – Sebagai rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang puncaknya jatuh pada tanggal 9 Februari 2019, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membagikan 100 buah pas kecil kapal dan buku pelaut nelayan serta 500 unit life jacket kepada para nelayan dan operator/pemilik kapal pelayaran rakyat di wilayah Probolinggo, Jawa Timur.

Penyerahan tersebut diberikan secara simbolis oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertepatan dengan pelaksanaan Seminar Nasional tentang Tol Laut yang dilaksanakan di atas kapal KM. Dorolonda, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya hari ini (4/2).

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan dalam pemberian sertifikat nelayan dan kapal di bawah GT 7 yang secara keseluruhan sudah mencapai 31.281 kapal di seluruh Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo di Surabaya.

Disamping itu, lanjut Dirjen Agus, Kementerian Perhubungan juga telah menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan dasar keselamatan atau Basic Safety Training (BST) secara gratis khusus bagi masyarakat nelayan.
WhatsApp Image 2019-02-04 at 12.16.56 (2).jpeg
"Pemerintah menaruh perhatian khusus terhadap para nelayan di Indonesia yang juga memegang peranan penting sebagai bagian dari pembangunan perekonomian bangsa dalam mendukung Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Oleh karenanya, kami berikan kemudahan dalam peningkatan kompetensi kepada para nelayan," terang Dirjen Agus.

Adapun hingga saat ini Kemenhub telah menerbitkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) Nelayan mencapai 52.234 surat.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, Menteri Perhubungan juga berkesempatan menutup Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Basic Safety Training (BST) Politeknik Pelayaran Surabaya, membuka DPM Politeknik Penerbangan Surabaya serta membuka DPM Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun.

Kemenhub - PT Pelindo Sepakat Meringankan Tarif Jasa Pelabuhan

Di sela-sela rangkaian kegiatan Seminar Nasional Tol Laut di Surabaya hari ini, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhuhungan Laut juga telah melakukan kesepakatan dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV untuk meringankan Tarif Jasa Pelabuhan. 
WhatsApp Image 2019-02-04 at 12.16.56 (1).jpeg
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo dengan Direktur Utama PT. Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Direktur Utama PT. Pelindo II Elvyn G. Masassya, 
Direktur Utama PT. Pelindo III Doso Agung, dan Direktur Utama PT. Pelindo IV Farid Padang.

"Kesepakatan kerja sama ini dilakukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik yang menjadi prioritas nasional, termasuk bagi angkutan tol laut," kata Dirjen Agus.

Kesepakatan antara Kemenhub dan PT. Pelindo tersebut diperuntukan bagi perusahaan angkutan laut nasional yang mengoperasikan kapalnya pada trayek tetap dan teratur, serta penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan penumpang dan barang di laut.

Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi prioritas sandar kapal, penyediaan bunker sesuai trayek, jumlah hari layar, dan keringanan tarif jasa kepelabuhanan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan serta berlaku selama 1 (satu) tahun sejak ditandatangani hari ini. 

"Meskipun demikian, kesepakatan yang baik ini dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak," tutup Dirjen Agus.

Hadir sebagai saksi untuk penandatanganan tersebut adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan sejumlah pejabat terkait lainnya.



Reaksi dan Komentar