Jakarta, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Tanjung Priok menyelenggarakan Rapat Evaluasi Komite Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K2L) / Pelabuhan Sehat Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, pada Senin (26/10), bertempat di Museum Bahari Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan verifikasi Pelabuhan Sehat yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut guna meningkatkan kualitas lingkungan, sanitasi, kesehatan, dan keselamatan di kawasan pelabuhan.
Acara diawali dengan sambutan dari Ismail, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta selaku pengelola Museum Bahari Jakarta. Kegiatan kemudian dibuka melalui sambutan Kepala BBKK Tanjung Priok yang diwakili oleh Teguh Sumargono.
Dalam rapat tersebut, Amin Nurjannah, S.Si., M.Sc., selaku Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sunda Kelapa, menyampaikan hasil evaluasi verifikasi Pelabuhan Sehat di Pelabuhan Sunda Kelapa. Penilaian tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada Agustus 2026 oleh tim dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan.
Berdasarkan hasil verifikasi, Pelabuhan Sunda Kelapa telah memenuhi persyaratan untuk menjalani proses penilaian Pelabuhan Sehat. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan peningkatan dan tindak lanjut, di antaranya penyediaan area parkir khusus penyandang disabilitas di Kantor PT Pelindo, peningkatan fasilitas sanitasi dan higiene di Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa, serta penyediaan fasilitas kesehatan ibu dan anak berupa ruang laktasi.
Selain itu, diperlukan penguatan promosi dan edukasi kesehatan, peningkatan ketersediaan air bersih melalui fasilitas Reverse Osmosis (RO), optimalisasi pengelolaan sampah, serta penyelesaian proses perizinan pemanfaatan kembali air limbah (recycling) yang masih berjalan di Kementerian Lingkungan Hidup.
Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Yusuf Fathanah, S.Pi., M.Si., menyampaikan evaluasi hasil pelaksanaan verifikasi Pelabuhan Sehat di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta sebagai bahan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan pelabuhan secara berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, perwakilan PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti catatan hasil penilaian Pelabuhan Sehat melalui perbaikan dan pemenuhan aspek-aspek yang masih memerlukan penyempurnaan.
Salah satu perhatian utama yang dibahas adalah kondisi sistem drainase di Pelabuhan Sunda Kelapa, khususnya dalam menghadapi musim penghujan. Perbaikan drainase dinilai penting untuk mengantisipasi genangan dan banjir yang berpotensi mengganggu kegiatan operasional serta aktivitas pekerja di kawasan pelabuhan. Dalam diskusi tersebut, Andis juga menekankan pentingnya kejelasan pembagian tanggung jawab dalam penanganan banjir.
Dari sisi pekerja, perwakilan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Elis, menyampaikan perlunya peningkatan ketersediaan air bersih serta fasilitas istirahat yang memadai, termasuk penerangan yang cukup bagi para pekerja. Selain itu, diharapkan adanya kembali program pengobatan gratis bagi pekerja TKBM sebagaimana yang pernah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, disampaikan bahwa tanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan sistem drainase berada pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP), yaitu PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa. Setelah dilaksanakannya rapat mengenai standar fasilitas pelabuhan bersama BUP, PT Pelindo telah menyediakan pompa untuk membantu penanganan banjir dan mulai melaksanakan perbaikan drainase.
Selain pembenahan infrastruktur, peningkatan keselamatan kerja juga menjadi perhatian dalam rapat evaluasi ini. Para pekerja TKBM diharapkan senantiasa menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan jenis dan risiko pekerjaan yang dilakukan. Sementara itu, berbagai kebutuhan fasilitas operasional dan penunjang kesejahteraan pekerja diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh PT Pelindo sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Melalui rapat evaluasi ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam menindaklanjuti hasil verifikasi Pelabuhan Sehat. Upaya tersebut mencakup peningkatan fasilitas sanitasi, penyediaan air bersih, pengelolaan lingkungan, perbaikan drainase, serta penguatan keselamatan dan kesehatan kerja di kawasan pelabuhan.
KSOP Kelas III Sunda Kelapa mendukung pelaksanaan program Pelabuhan Sehat melalui koordinasi dan sinergi dengan instansi terkait serta para pemangku kepentingan pelabuhan. Dengan tindak lanjut yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan Pelabuhan Sunda Kelapa dapat menjadi kawasan pelabuhan yang lebih bersih, sehat, aman, nyaman, dan mendukung kelancaran kegiatan kepelabuhanan.


Reaksi dan Komentar