Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

REGIONAL MARPOLEX 2026 SUKSES DIGELAR, 21 KAPAL TERLIBAT DALAM LATIHAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LAUT

REGIONAL MARPOLEX 2026 SUKSES DIGELAR, 21 KAPAL TERLIBAT DALAM LATIHAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LAUTREGIONAL MARPOLEX 2026 SUKSES DIGELAR, 21 KAPAL TERLIBAT DALAM LATIHAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LAUTREGIONAL MARPOLEX 2026 SUKSES DIGELAR, 21 KAPAL TERLIBAT DALAM LATIHAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LAUTREGIONAL MARPOLEX 2026 SUKSES DIGELAR, 21 KAPAL TERLIBAT DALAM LATIHAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LAUTREGIONAL MARPOLEX 2026 SUKSES DIGELAR, 21 KAPAL TERLIBAT DALAM LATIHAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LAUT

Bitung (11/10) — Latihan penangggulangan pencemaran laut melalui Regional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) 2026 berhasil dilaksanakan di Selat Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara (10/10). Sebanyak 21 kapal dari berbagai unsur Indonesia, Filipina, dan Jepang terlibat dalam simulasi untuk menguji kesiapan operasional, koordinasi, serta respons bersama dalam menghadapi insiden pencemaran laut.

Latihan ini mencakup tiga skenario, yakni penanggulangan tumpahan minyak (Oil Spill Response Operation), pemadaman kebakaran kapal (Fire Fighting), serta pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR).

Pada skenario Oil Spill Response Operation, penanggulangan tumpahan minyak dilaksanakan melalui tiga lapisan penanganan. Pada Layer 1, MB Rancung IV dan MB Transko Sepat 16 mendukung upaya penanganan awal untuk membatasi penyebaran tumpahan minyak. Selanjutnya, Layer 2 dilaksanakan oleh KN Gandiwa P-118 sebagai unsur utama dengan dukungan KT Anoman V untuk pengoperasian peralatan penanggulangan tumpahan minyak. Sementara itu, pada Layer 3, BRP Gabriela Silang dan BRP Tubbataha dari Philippine Coast Guard turut melakukan penggelaran oil boom.

Pada skenario Fire Fighting, Fireboat Wisnu 3 mengawali operasi pemadaman dengan air pada kapal yang mengalami kebakaran. Operasi tersebut kemudian didukung oleh SHIKISHIMA PLH-31 dari Japan Coast Guard, KN Chundamani P-116, KN P-380, KT Bunaken, serta BRP Gabriela Silang.

Sementara itu, skenario SAR melibatkan unsur pencarian dan pertolongan untuk menangani simulasi awak kapal yang jatuh ke laut. RBB 01 dari Basarnas Manado turut berperan dalam mendukung pencarian dan penyelamatan korban. SHIKISHIMA, BRP Gabriela Silang, dan BRP Tubbataha juga berpartisipasi dalam operasi pencarian dan pertolongan tersebut.

Selain unsur yang terlibat langsung dalam ketiga skenario, sejumlah kapal turut mendukung pengawasan dan pengamanan area latihan, di antaranya KN 50059, KN P-500118, KN P-50118, KP Hiu 2805, dan KP Hiu Macan Tutul 01. Dukungan operasional juga diberikan oleh Sea Rider KSOP Bitung dan RIB Navigasi untuk menunjang kelancaran dan respons keadaan darurat selama latihan berlangsung.

Adapun selama latihan berlangsung, KN Sarotama P-112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Tanjung Uban berfungsi sebagai Command Vessel untuk memantau situasi dan mengoordinasikan jalannya latihan.
 
Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut, Triono, menyampaikan bahwa kondisi alam turut mendukung keberhasilan pelaksanaan Regional MARPOLEX 2026 di perairan Bitung.

“Cuaca cerah dan kondisi perairan yang tenang sangat mendukung pelaksanaan latihan hari ini. Dengan kondisi tersebut, seluruh rangkaian latihan dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan skenario yang telah direncanakan,” ujar Triono.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Delegasi Jepang, Capt. Kyoko Ono, menilai MARPOLEX menjadi wadah penting untuk meningkatkan kesiapan bersama dalam menghadapi pencemaran laut.

“Latihan bersama membantu setiap negara memahami peran masing-masing dan membangun koordinasi yang efektif saat menghadapi insiden nyata,” tambah Kyoko.

Keberhasilan pelaksanaan Regional MARPOLEX 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan antarnegara dalam menghadapi keadaan darurat di laut, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan maritim demi terwujudnya keselamatan pelayaran. (ARD/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar