Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

RENSTRA PERHUBUNGAN LAUT TAHUN 2020-2024 FOKUS PADA SDM DAN INFRASTRUKTUR SERTA PENYEDERHANAAN REGULASI

RENSTRA PERHUBUNGAN LAUT TAHUN 2020-2024 FOKUS PADA SDM DAN INFRASTRUKTUR SERTA PENYEDERHANAAN REGULASI

​JAKARTA (24/10) – Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjadi dokumen yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan nasional di bidang transportasi laut dalam 5 (lima) tahun ke depan. Untuk itu, Ditjen Perhubungan Laut mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024.


FGD Penyusunan Renstra dibuka oleh Direktur Jenderal Perhubungan R. Agus H. Purnomo. Dalam sambutannya, Dirjen Agus memaparkan garis besar tentang isi Renstra Tahun 2020-2024 yang memuat kebijakan serta program-program strategis Pemerintah di bidang transportasi laut yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun ke depan. 

“Kegiatan penyusunan Renstra ini menurut saya sangat penting karena akan menjadi referensi bagi arah tujuan kegiatan kita untuk periode tahun 2020 – 2024,” ujar Dirjen Agus.

Sesuai arahan dari Presiden RI pada waktu pidato pelantikan Presiden terpilih beberapa waktu yang lalu dan juga saat pelantikan kabinet, ada beberapa hal yang harus difokuskan, yang pertama adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrasruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi serta transformasi ekonomi. 
WhatsApp Image 2019-10-24 at 15.32.29.jpeg
“Dalam 5 tahun kedepan, transportasi laut harus lebih andal, mempunyai daya saing dan memberikan nilai tambah dalam mendukung perwujudan Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur,” jelas Dirjen Agus. 

Selanjutnya, pembangunan konektivitas transportasi laut ke seluruh wilayah Indonesia yang selamat dan berdaya saing serta menyederhanakan regulasi dan birokrasi dalam penyelenggaraan transportasi laut juga menjadi sasaran dalam 5 tahun kedepan.

“Program-program di dalam Renstra tersebut merupakan kerangka besar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” kata Dirjen Agus.

Ia menambahkan, dalam perwujudan visi dan misi tersebut terdapat amanat RPJMN yang perlu ditindaklanjuti oleh sub sektor Perhubungan Laut yaitu penyediaan infrastruktur pelayanan dasar, termasuk pelabuhan, terjaminnya keselamatan dan keamananan pelayaran, serta meningkatnya konektivitas antar-wilayah yang terhubung oleh angkutan laut. 

“Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa layanan transportasi laut hadir dengan kualitas prima di seluruh pelosok nusantara,” imbuhnya.

Pihaknya berharap melalui FGD ini didapatkan masukan dari para narasumber dan stakeholder sehingga apa yang kita rencanakan ini bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh negara kita.

“Dengan demikian, kita bisa tampil di depan bahwa kita memang pantas untuk menjadi negara maritim yang besar dan mampu bersaing di dunia internasional,” pungkas Dirjen Agus.
WhatsApp Image 2019-10-24 at 15.32.27.jpeg
Adapun dalam Renstra, beberapa hal yang menjadi fokus program kegiatan antara lain di bidang kesekretariatan akan berfokus pada integrasi teknologi informasi dalam tata kelola organisasi. Kemudian di bidang lalu-lintas dan angkutan laut berfokus pada angkutan laut murah, mudah, simpel dan kompetitif serta konektivitas ke seluruh pelosok tanah air.

Untuk bidang kepelabuhanan akan berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi laut yang berdaya saing. Lalu di bidang perkapalan dan kepelautan berfokus pada kepatuhan terhadap ketentuan nasional dan internasional di bidang keselamatan dan perlindungan lingkungan maritim.

Kemudian di bidang kenavigasian berfokus pada identifikasi seluruh kapal, penataan database, penetapan alur pelayaran dan SBNP handal sesuai ketentuan internasional. Terakhir di bidang penjagaan laut dan pantai dengan fokus pada penegakan hukum (law enforcement) di bidang pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim.

Reaksi dan Komentar