Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

RESMI BEROPERASI, DERMAGA TANAH AMPO JADI PELABUHAN PENGUMPUL LAYANI RUTE LINTAS BALI-NTB

RESMI BEROPERASI, DERMAGA TANAH AMPO JADI PELABUHAN PENGUMPUL LAYANI RUTE LINTAS BALI-NTB

Bali (7/2) -  Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membuka rute pelayaran baru Tanah Ampo (Karang Asem) - Gili Mas (Lombok). Hal ini juga menandai peresmian operasional Dermaga Cruise Tanah Ampo, Manggis, Karangasem Bali.

Dermaga yang rencananya untuk tempat bersandarnya Kapal Pesiar tersebut saat ini difungsikan sebagai pelabuhan pengumpul yang melayani lintas Bali - NTB.

Kepala KSOP Kelas IV Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin menjelaskan hal ini memungkinkan mengingat ijin operasional Pelabuhan Tanah Ampo tidak disebutkan bahwa dermaga tersebut khusus untuk Cruise (kapal pesiar). Izin operasi dikeluarkan pada tahun 2017 melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tentang Pemberian Izin Pengoperasian Labuhan Amuk/ Tanah Ampo Kepada Penyelenggara Pelabuhan Padangbai.

“Dilihat dari ijin operasional Pelabuhan Tanah Ampo sendiri tidak disebutkan bahwa Dermaga tersebut dikhususkannya untuk Cruise (kapal pesiar), kalau Cruise sudah diarahkan ke Benoa apalagi dengan situasi pandemi saat ini rasanya jarang ada cruise yang datang,” kata dia, Sabtu (7/2/2021).

Dia menjelaskan Pelabuhan Pengumpul adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antar provinsi.

Namun tidak menutup kemungkinan kalau pelabuhan tersebut nantinya bakalan jadi tempat bersandar kapal pesiar seperti yang sudah dicanangkan sebelumnya.

“Nantinya kalau pun ada cruise sandar, tidak masalah. Tinggal pengaturan jadwal,” ujarnya.

Dibukanya rute ini ditandai dengan uji coba pelayaran dan sandar perdana KM Mutiara Ferindo VII di dermaga Pelabuhan Tanah Ampo pada Jumat (5/2/2021) pukul 18.00 WITA.

Ni Luh Putu Eka Suyasmin menyebutkan pelayaran dan sandar perdana  tersebut berjalan lancar sampai selesai proses bongkar muat barang di pelabuhan.

“Lancar. Uji coba sandar kapal KM. Mutiara Ferindo VII yang bertolak dari Pelabuhan Gili mas NTB berhasil sandar sempurna di Pelabuhan Tanah Ampo Karangasem Bali tanpa ada hambatan,” kata dia.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa uji coba sandar ini sekaligus uji coba Embarkasi dan Debarkasi atau bongkar muat kendaraan roda empat.

Namun karena masih tahap uji coba, untuk saat ini kapal hanya beroperasi satu kali dalam sehari. “Sementara ini juga tahap evaluasi, sekali beroperasi tiap harinya yang diupayakan disela kosong atau tidak ada aktivitas nelayan  di area Pelabuhan Tanah Ampo,” ujarnya.

Dengan adanya rute ini, dia berharap pengguna jasa transportasi laut menjadi terbantu dari segi waktu dan efisiensi. Sebab waktu tempuh KM Mutiara Ferindo dalam rute tersebut hanya 3 jam saja.

“Ini mendapat perhatian khusus bagi pengguna jasa transportasi laut yang mana diharapkan pengguna jasa angkutan penyebrangan lintas Bali-NTB ini mempercepat jarak tempuh penyebrangan yang mana diketahui KM. Mutiara Ferindo ini hanya ditempuh waktu 3 jam,” ujarnya.

Selain itu  dia menegaskan Kantor KSOP Kelas IV Padangbai sebagai penyelenggara Pelabuhan Tanah Ampo akan mendukung penuh penetapan jadwal lintas penyebrangan Bali-NTB sebagai dukungan terhadap komitmen pemerintah untuk mempercepat konektifitas ekonomi antar pulau atau Tol Laut.

“Dipastikan juga berdampak pada masyarakat sekitar Pelabuhan Tanah Ampo untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang mana terus kita upayakan sinergitas antara elemen instansi terkait dan tokoh masyarakat sekitar,” tutupnya.

Reaksi dan Komentar