Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Resmi Ditutup, Diklat Towing Master Diharapkan Cetak Nakhoda Andal di Perairan Kaltim

Resmi Ditutup, Diklat Towing Master Diharapkan Cetak Nakhoda Andal di Perairan KaltimResmi Ditutup, Diklat Towing Master Diharapkan Cetak Nakhoda Andal di Perairan KaltimResmi Ditutup, Diklat Towing Master Diharapkan Cetak Nakhoda Andal di Perairan Kaltim

SAMARINDA (24/01) – Rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Towing Master yang diselenggarakan di lingkungan kerja Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda telah mencapai puncaknya. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Kepala Bagian Tata Usaha Disnav Samarinda, Bapak Wigyo, S.Sos., M.H., pada Jumat (24/01).

Dalam sambutan penutupannya, Bapak Wigyo menegaskan bahwa selesainya diklat ini bukanlah akhir, melainkan awal dari implementasi nyata di lapangan. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi teknis para nakhoda kapal, khususnya dalam manuver penundaan kapal (towing) di alur pelayaran yang menantang.

"Dengan keterampilan dan ilmu baru yang diperoleh selama pelatihan, kami berharap para peserta dapat mengaplikasikannya secara maksimal. Hal ini vital untuk mendukung terciptanya keselamatan pelayaran (safety of navigation) serta kelancaran lalu lintas kapal yang lebih efisien di perairan Kalimantan Timur," ujar Bapak Wigyo.

Penutupan ini menandai kesiapan para lulusan diklat untuk kembali bertugas dengan standar kompetensi yang lebih tinggi, guna meminimalisir risiko kecelakaan dan mendukung ekosistem logistik maritim yang aman.

(Humas Disnav Samarinda)

Reaksi dan Komentar