Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KSOP Malahayati Gelar Gerai E-Pas Kecil, Sosialisasi Keselamatan Pelayaran, dan Serahkan 60 Life Jacket kepada Nelayan di Kabupaten Pidie

KSOP Malahayati Gelar Gerai E-Pas Kecil, Sosialisasi Keselamatan Pelayaran, dan Serahkan 60 Life Jacket kepada Nelayan di Kabupaten Pidie

Pidie – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan tertib administrasi kapal nelayan melalui penyelenggaraan Gerai Elektronik Pas Kecil (E-Pas Kecil) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Wisma Anugerah, Sigli, Kabupaten Pidie, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya KSOP Malahayati untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran nelayan akan pentingnya legalitas kapal dan budaya keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran. Pada kesempatan tersebut, KSOP Malahayati juga menyerahkan E-Pas Kecil kepada nelayan dari Lhok Ujong Pie, Kuala Peukan Baro, dan Kota Sigli.

Kepala KSOP Kelas IV Malahayati, Capt. Amfami, SH., MM., M.Mar., menyampaikan bahwa kepemilikan dokumen kapal yang sah harus diiringi dengan pemahaman mengenai keselamatan pelayaran agar aktivitas melaut dapat berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Menurut Capt. Amfami, Kabupaten Pidie menunjukkan capaian yang sangat baik dalam kepemilikan E-Pas Kecil. Hingga saat ini sekitar 75 persen kapal nelayan di daerah tersebut telah memiliki dokumen tersebut, sehingga menjadi persentase tertinggi di wilayah kerja KSOP Kelas IV Malahayati.

"Capaian ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah, Panglima Laot, dan para nelayan. Kami berharap keberhasilan Kabupaten Pidie dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kepemilikan E-Pas Kecil sebagai bentuk tertib administrasi kapal nelayan," ujar Capt. Amfami.

Selain pelayanan penerbitan dan penyerahan E-Pas Kecil, kegiatan juga diisi dengan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran yang mengedukasi para nelayan mengenai pentingnya kelengkapan dokumen kapal, penggunaan alat keselamatan, kepatuhan terhadap ketentuan pelayaran, serta upaya pencegahan kecelakaan di laut.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan keselamatan nelayan, KSOP Kelas IV Malahayati juga menyerahkan 60 unit life jacket kepada nelayan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penggunaan alat keselamatan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Azhari, S.Pi., Panglima Laot Kabupaten Pidie Marfian AS, Panglima Laot Kota Sigli Surya Darma, Panglima Laot Lhok Kuala Peukan Baro Khairul, Panglima Laot Lhok Blang Raya/Ujong Pie Aldinur, jajaran KSOP Kelas IV Malahayati, serta para nelayan dari ketiga lhok.

Sesi sosialisasi menghadirkan tiga narasumber, yaitu Hasbi, SH., Capt. Sutekno, S.Sos., M.Mar., dan Azhari, S.Pi. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya legalitas kapal nelayan, prosedur penerbitan E-Pas Kecil, pemanfaatan dokumen elektronik tersebut, aspek keselamatan pelayaran bagi kapal nelayan, penggunaan alat keselamatan, hingga tata cara memperoleh rekomendasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Panglima Laot Kabupaten Pidie, Marfian AS, menyampaikan bahwa tingginya tingkat kepemilikan E-Pas Kecil di Kabupaten Pidie merupakan hasil kolaborasi yang erat antara pemerintah, Panglima Laot di setiap lhok, serta masyarakat nelayan. Menurutnya, E-Pas Kecil tidak hanya berfungsi sebagai bukti legalitas kapal dan identitas kebangsaan Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu persyaratan untuk memperoleh rekomendasi BBM bersubsidi, mengakses bantuan pemerintah, serta berbagai program perlindungan bagi nelayan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie, Azhari, S.Pi., mengimbau seluruh nelayan agar memanfaatkan E-Pas Kecil sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan dokumen tersebut dapat dikenakan sanksi administratif maupun sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Melalui penyelenggaraan Gerai E-Pas Kecil yang dipadukan dengan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran serta penyerahan bantuan life jacket, KSOP Kelas IV Malahayati bersama Pemerintah Kabupaten Pidie berharap semakin banyak nelayan yang memiliki kapal berlegalitas, memahami pentingnya keselamatan di laut, serta mampu mewujudkan pelayaran yang aman, tertib, dan selamat.

Reaksi dan Komentar