Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

“Safety Is Our Commitment”: KSOP Waingapu Perkuat Budaya Keselamatan Bersama Stakeholder Maritim

“Safety Is Our Commitment”: KSOP Waingapu Perkuat Budaya Keselamatan Bersama Stakeholder Maritim

Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan konsistensi seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim. Komitmen tersebut terus diperkuat oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu melalui pengawasan, koordinasi, edukasi, serta penguatan kewaspadaan dalam setiap kegiatan pelayaran dan kepelabuhanan di wilayah Perairan Waingapu.

Salah satu momentum penguatan budaya keselamatan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Maiden Call KM Dharma Kartika VII di Pelabuhan Waingapu. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara KSOP Waingapu dengan seluruh stakeholder maritim dalam memastikan kegiatan operasional kapal berlangsung aman, tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran.

Dalam kegiatan tersebut, KSOP Kelas IV Waingapu juga melaksanakan penyerahan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) terkait peningkatan kewaspadaan awak kapal dalam mencegah terjadinya kapal larat dan tubrukan pada situasi labuh jangkar maupun saat kapal melakukan olah gerak.

Juklak yang diserahkan meliputi Petunjuk Pelaksanaan Nomor AL. 819/04/08/KSOP.WPU-2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Awak Kapal dalam Mencegah Kapal Larat dan Tubrukan pada Situasi Labuh Jangkar dan Olah Gerak Kapal Guna Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kapal yang Beroperasi di Wilayah Perairan Waingapu.

Selain itu, turut diserahkan Petunjuk Pelaksanaan Nomor AL. 819/20/03/KSOP-WPU dengan substansi yang sama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan awak kapal terhadap potensi risiko kapal larat, tubrukan, dan kecelakaan kapal di wilayah Perairan Waingapu.

Kepala KSOP Kelas IV Waingapu, Dr. Fadly Afand Djafar, S.H., M.H., menegaskan bahwa penerapan budaya keselamatan membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh insan maritim.

“Safety is our commitment. Keselamatan bukan hanya menjadi kewajiban regulator, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh stakeholder maritim. Melalui peningkatan kewaspadaan awak kapal dan penguatan koordinasi, kita bersama-sama melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal di wilayah Perairan Waingapu,” ujar Fadly.

Menurutnya, kewaspadaan awak kapal menjadi salah satu aspek penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan, khususnya pada kondisi kapal sedang labuh jangkar maupun melaksanakan olah gerak. Oleh karena itu, setiap awak kapal diharapkan memahami potensi risiko, meningkatkan pengamatan, memastikan kesiapan navigasi, serta melaksanakan prosedur keselamatan secara konsisten.

Kegiatan Maiden Call KM Dharma Kartika VII sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara regulator, operator, penyelenggara jasa kepelabuhanan, serta stakeholder terkait. Melalui koordinasi yang baik, berbagai potensi risiko dapat diidentifikasi dan diantisipasi sejak dini.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai stakeholder maritim dan instansi terkait, antara lain PT Pelindo, PT Dharma Lautan Utama (DLU), BMKG, PT Pertamina, KP3 Laut, Pos Angkatan Laut (Posal), Kantor Kesehatan Pelabuhan, Badan Karantina Indonesia, serta insan pers.

Keterlibatan berbagai stakeholder tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem transportasi laut yang mengedepankan keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelayanan.

Ke depan, KSOP Kelas IV Waingapu akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder melalui prinsip “Safety First, Safety Always”, termasuk meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan pelayaran guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mewujudkan perairan Waingapu yang aman bagi seluruh aktivitas pelayaran.

Safety Is Our Commitment — Bersama Membangun Budaya Keselamatan Pelayaran.

KSOP Kelas IV Waingapu Nusa Tenggara Timur Pulau Sumba Pelabuhan Waingapu

Reaksi dan Komentar