Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

SEMPAT TERHENTI AKIBAT CUACA BURUK, PELAYANAN PELABUHAN JEPARA HARI INI NORMAL KEMBALI

SEMPAT TERHENTI AKIBAT CUACA BURUK, PELAYANAN PELABUHAN JEPARA HARI INI NORMAL KEMBALI

​JEPARA (4/1) - Setelah dihentikan akibat cuaca ekstrim, hari ini (4/1) aktivitas pelayaran dan pelayanan di Pelabuhan Jepara  kembali normal menyusul kondisi cuaca yang memungkinkan untuk pelayaran.

"Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan melihat kondisi cuaca di lapangan bahwa cuaca aman bagi pelayaran maka penyeberangan ke Karimunjawa sudah dibuka kembali. Dan tadi telah diberangkatkan kapal KMP. Siginjai dan Kapal KMC. Express Bahari," ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara, Tri Jotho pada hari ini (4/1).
IMG-20190104-WA0044.jpg
Sebelumnya, pelayaran dari Jepara-Karimunjawa ditutup sejak beberapa hari lalu mengingat cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter hingga 3,5 meter dan kecepatan angin mencapai 21 knots yang terjadi di perairan Jepara.

"Demi keselamatan pelayaran, kapal tidak diizinkan berlayar. Alhamdulillah para calon penumpang kapal mengerti kondisi ini karena kami dengan persuasif menyampaikan kepada para calon penumpang untuk bersabar dan setelah cuaca membaik pasti diberangkatkan," ujar Tri Jotho.

Adapun dalam kondisi cuaca ekstrim tersebut, sejumlah kapal memilih berlindung di pulau-pulau kecil di perairan laut Jepara akibat gelombang tinggi. 

"Tercatat enam kapal saat ini berlindung di Pulau Panjang. satu tanker serta lima tongkang dan kapal tunda (tugboat)," lanjut Tri Jotho.

Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut memberikan perhatian khusus terhadap kondisi cuaca yang terjadi akhir-akhir ini dan mengingatkan para Nakhoda kapal untuk selalu memperhatikan Maklumat Pelayaran yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Laut.

"Terkait dengan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran untuk menginformasikan para nakhoda kapal agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim yang masih terjadi di beberapa perairan Indonesia dan tetap memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG. Semoga kedepan cuaca semakin membaik dan pelayanan di Pelabuhan Jepara dapat berjalan normal," tutup Tri Jotho.


Reaksi dan Komentar