Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

STABILKAN HARGA BARANG, PELABUHAN PONTIANAK PASOK LOGISTIK KE PULAU NATUNA

STABILKAN HARGA BARANG, PELABUHAN PONTIANAK PASOK LOGISTIK KE PULAU NATUNA

Jakarta - Salah satu tujuan pembangunan tol laut adalah untuk menghilangkan disparitas harga barang/logistik antar wilayah barat dengan Timur, maupun ke wilayah perbatasan, terpencil, terdalam, dan terluar Indonesia. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal itu, adalah dengan mengoptimalkan fungsi pelabuhan Pontianak untuk menstabilkan harga barang di pulau terluar Indonesia seperti di Natuna.

"Disparitas harga barang di kota-kota kecil sangat mengkhawatirkan. Mahal sekali. Untuk Itu kita akan lakukan reroute tol laut. Yg tadinya Natuna dapat supply barang dari Jakarta. Sekarang kita ubah dari Pelabuhan Pontianak," jelas Menhub saat melakukan tinjauan ke Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (2/9).

Dalam kunjungannya ke pelabuhan Pontianak, Menhub mengatakan bahwa keberadaan pelabuhan ini sangat penting dalam upaya mendukung jalur logistik di wilayah barat dan perbatasan Indonesia.

Menhub berharap, dengan adanya supply barang dari Pelabuhan pontianak ke Natuna dapat meningkatkan produktivitas barang, dan pada ujungnya dapat menstabilkan harga barang.

"Kalau selama ini Natuna barang datang setiap 21 hari sekali sebanyak 250 ton, kedepan akan menjadi lebih pendek yaitu 10 hari. Meningkat dua kali lipat. Tol laut akan menjadi lebih produktif. Ini akan menjadi bangkitan ekonomi yang bagus bagi masyarakat di Natuna maupun Pontianak sendiri," ujar Menhub.

Sementara itu, menyinggung Pelabuhan Kijing yang akan dibangun sebagai pelabuhan internasional di Pontianak Kalimantan Barat, Menhub mengungkapkan bahwa pelabuhan tersebut bisa dijadikan hub internasional.

"Yang biasanya barang dari luar harus ke Jakarta dulu, kalau disini sudah jadi hub, direct call dari luar negeri bisa langsung ke Pontianak (pelabuhan Kijiing)," ujarnya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ir. A. Tonny Budiono, MM menyatakan bahwa dirinya berserta jajarannya siap mendukung program kerja Kementerian Perhubungan terkait perwujudan tol laut dengan mempersiapkan sarana dan prasarananya. Tonny mengungkapkan bahwa yang akan melayani jalur Pelabuhan Pontianak ke Natuna adalah kapal-kapal perintis dari PT Pelni, dan pemerintah akan memberikan subsidinya. " Hal ini kami lakukan untuk mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Menhub guna memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat pengguna jasa transportasi laut khususnya di wilayah Pontianak dan sekitarnya," ujar Tonny.

Sebelum tiba di Pontianak, di hari yang sama Menhub meninjau pelabuhan di Pangkal Pinang dan Belitung.

Reaksi dan Komentar