Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TAHUN 2022, KEMENHUB SETUJUI PELABUHAN BABANG DAN SAKETA DISINGGAHI KAPAL TOL LAUT BARANG KEMASAN KONTAINER

TAHUN 2022, KEMENHUB SETUJUI PELABUHAN BABANG DAN SAKETA DISINGGAHI KAPAL TOL LAUT BARANG KEMASAN KONTAINER

BABANG (1/12) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan RI akhirnya menyetujui Kapal Tol Laut barang kemasan kontainer untuk menyinggahi Pelabuhan Babang dan Pelabuhan Saketa.

Ini berdasarkan Keputusan Jenderal Perhubungan Laut Nomor: Kp.998/DJPL/2021 tentang Penetepan Jaringan Trayek Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut Tahun Anggaran 2022.

Di mana Pelabuhan Babang dan Saketa masuk dalam kode trayek T-29 dengan jaringan trayek Tanjung Perak-1005-Piru-160-Wayaloar-97-Malbufa-183-Babang-24-Saketa-145-Gimea(Tapaleo)-241-Bula-1160-Tanjung Perak.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang, Rosihan Gamtjim mengapresiasi atas disetujuinya penetapan jaringan trayek Kapal Tol Laut untuk Pelabuhan Babang dan Pelabuhan Saketa.

Rosihan berharap hadirnya Kapal Tol Laut ini membantu masyarakat setempat, terutama pelaku usaha di Kabupaten Halmahera Selatan.

Perlu diketahui, selama ini harga barang di wilayah Indonesia Timur cukup tinggi. Hal itu disebabkan oleh tingginya biaya distribusi logistik dari daerah produsen ke daerah tersebut.

Inilah yang mendasari lahirnya program Tol Laut dengan tujuan memangkas biaya logistik, sehingga harga yang diterima oleh masyarakat sebagai pengguna akhir menjadi tidak terlalu mahal dan dapat membangun konektivitas antar daerah.

"Hadirnya Tol Laut Barang ini diharapkan menjadi pelopor disparitas harga," harap Rosihan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, daerah yang dilewati Tol Laut saat ini masyarakatnya sudah menikmati penurunan harga barang antara 20-30 persen. Dari data tersebut menunjukkan bahwa program Tol Laut telah berhasil mengurangi disparitas harga yang selama ini menjerat masyarakat, terutama di wilayah Indonesia Timur serta daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).

Pelayaran yang tetap dan teratur melalui Tol Laut ini juga menjadi sarana untuk memasarkan produksi lokal berupa hasil pertanian atau perkebunan, serta hasil perikanan dari daerah asal untuk diangkut melalui kapal Tol Laut ini ke tujuan pasar yang lebih menguntungkan.

Selain itu, Tol Laut mampu meningkatkan kemampuan layanan pelabuhan yang disinggahi, sehingga dapat memperlancar arus barang.

Dengan begitu, kebutuhan masyarakat dapat mudah terpenuhi dan tentu harganya relatif murah. (*)

Reaksi dan Komentar