Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TEROBOSAN SIMOLI V2 DAN OTOMATISASI VTS DI TANJUNG PRIOK

TEROBOSAN SIMOLI V2 DAN OTOMATISASI VTS DI TANJUNG PRIOKTEROBOSAN SIMOLI V2 DAN OTOMATISASI VTS DI TANJUNG PRIOKTEROBOSAN SIMOLI V2 DAN OTOMATISASI VTS DI TANJUNG PRIOKTEROBOSAN SIMOLI V2 DAN OTOMATISASI VTS DI TANJUNG PRIOKTEROBOSAN SIMOLI V2 DAN OTOMATISASI VTS DI TANJUNG PRIOK

TEROBOSAN SIMOLI V2 DAN OTOMATISASI VTS DI TANJUNG PRIOK

 

JAKARTA - Ekosistem digital di sektor pelayaran dan pelabuhan Indonesia kembali mencatatkan lompatan strategis. Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok secara resmi mengudara dengan sistem pembaruan terbaru: SIMOLI V2 (Sistem Informasi BLU). Transformasi digital ini bukan sekadar pergantian antarmuka aplikasi, melainkan sebuah perubahan fundamental dari tata kelola manual menuju otomasi cerdas yang terintegrasi penuh dalam Digital Waterway.

Langkah inovatif ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi, akuntabilitas keuangan, serta kelancaran lalu lintas kapal di kawasan pelabuhan terbukut di Indonesia.

Mengapa SIMOLI V2 Mengubah Peta Permainan?

Pada versi terdahulu (SIMOLI V1), petugas operasional kerap dihadapkan pada kerumitan administratif. Penginputan nilai kurs secara manual, risiko duplikasi penomoran tagihan yang memicu gagal validasi, keterbatasan sistem dalam mengenali tipe pelayaran (domestik/asing maupun liner), hingga respons sistem yang lambat kerap menjadi batu sandungan.

Kehadiran SIMOLI V2 secara radikal memangkas potensi human error dan hambatan tersebut melalui:

1.        Otomatisasi Kurs & Klasifikasi Cerdas: Kurs mata uang terintegrasi secara langsung. Sistem secara cerdas mampu mengenali klasifikasi kapal dan konteks data yang masuk secara otomatis.

2.        Penomoran Terkontrol & Valid: Sistem mencegah terjadinya nomor tagihan ganda sehingga alur validasi di Inaportnet menjadi aman tanpa perlu revisi bolak-balik.

3.        Kinerja Tinggi: Optimasi basis data menghasilkan waktu respon yang sangat cepat dan stabil.

Arsitektur Integrasi Single Billing: Aliran Data Terpadu

Keunggulan utama dari SIMOLI V2 terletak pada kemampuannya berintegrasi secara mulus dalam ekosistem digital pelabuhan nasional. Kolaborasi ini menghubungkan tiga pilar utama:

1.        Inaportnet (Operational Hub): Bertindak sebagai pusat data operasional yang mengumpulkan Pemberitahuan Kedatangan Kapal (PKK) dan Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG). Inaportnet juga berfungsi sebagai Billing Pool yang mengkonsolidasi seluruh komponen tagihan jasa pelabuhan.

2.        SIMOLI (Processing Engine): Bertindak sebagai mesin kalkulasi presisi yang menerima pemicu (trigger) data dari Inaportnet untuk memproses invoice spesifik layanan VTS (Vessel Traffic Services) dan Rambu/SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran).

3.        SSm Pengangkut (Financial Gateway): Mengkonsolidasi data dari Billing Pool menjadi Satu Kode Bayar (Single Billing Code), memungkinkan pengguna jasa melunasi seluruh kewajiban finansial dalam satu pintu pembayaran.

Saat pembayaran dikonfirmasi, status "Lunas" dipancarkan secara real-time. Inaportnet secara otomatis membuka blokir administratif dan memicu penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tanpa jeda rekosiliasi manual.

Otomatisasi VTS & Aturan Emas SLA 30 Menit

Salah satu terobosan paling progresif dalam operasional harian adalah implementasi Konsep Otomatisasi VTS. Selama ini, verifikasi pelayanan navigasi oleh petugas VTS sering menghadapi kendala tenggat waktu.

Melalui aturan baru ini, ditetapkan SLA (Service Level Agreement) ketat selama 30 menit:

·      Setelah agen/nakhoda menyampaikan Realisasi SPOG, petugas VTS memiliki waktu 30 menit untuk melakukan verifikasi manual.

·      Jika SLA 30 Menit terlampaui, mesin otomatisasi akan mengambil alih secara cerdas.

·      Lokasi Awal tidak sama dengan Lokasi Akhir: Sistem mendeteksi adanya pergerakan fisik kapal, sehingga kalkulasi tagihan VTS otomatis dijalankan.

·      Lokasi Awal sama dengan Lokasi Akhir: Sistem mendeteksi kapal tidak berpindah tempat, sehingga perhitungan dihentikan.

Langkah otomasi ini menjamin kelancaran arus dokumen tanpa menyandera proses keberangkatan kapal, namun tetap menempatkan manusia dalam fungsi kontrol evaluasi pasca-otomasi.

Akuntabilitas dan Evaluasi Pasca-Otomasi

Transparansi keuangan tetap menjadi prioritas utama BLU Distrik Navigasi. Otomatisasi tidak serta-merta menghilangkan pengawasan. Petugas Disnav tetap melakukan evaluasi berkala terhadap data terotomasi untuk menangani kondisi pengecualian:

1.        Kurang Bayar: Agen melakukan pembayaran tambahan untuk pelunasan.

2.        Lebih Bayar: Agen dapat mengajukan mekanisme restitusi (pengembalian dana).

3.        Sesuai: Proses dinyatakan selesai secara akuntabel.

Langkah Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok meluncurkan SIMOLI V2 patut diapresiasi tinggi. Integrasi cerdas antara Inaportnet, SIMOLI, dan SSm Pengangkut ini bukan sekadar modernisasi software, melainkan komitmen nyata dalam memangkas dwelling time, mencegah pungli, serta memberikan kepastian layanan bagi para pelaku logistik laut.

Dengan sistem yang lebih pintar, akurat, dan transparan, daya saing pelabuhan Indonesia di kancah internasional kini semakin kokoh.

VTS SIMOLI SSM OTOMATISASI VTS SLA

Reaksi dan Komentar