Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TETAP SIAGA SAAT PANDEMI COVID-19, PANGKALAN PLP TANJUNG UBAN LAKUKAN PENGAMANAN DAN PENGAWASAN TENGGELAMNYA MT. WAN DA

TETAP SIAGA SAAT PANDEMI COVID-19, PANGKALAN PLP TANJUNG UBAN LAKUKAN PENGAMANAN DAN PENGAWASAN TENGGELAMNYA MT. WAN DA

KEPRI (16/4) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan cq. Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban melakukan pengamanan dan pengawasan terkait tenggelamnya kapal MT. Wan Da berbendera Dominica di Perairan Johor Malaysia.

Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban Capt. Handry Sulfian mengerahkan 2 (dua) kapal patrolinya yaitu KN. Kalimasadha - P.115 dan KN. Rantos - P.210 untuk siaga di lokasi tenggelamnya kapal MT. Wan Da dengan GT 325 yang pada awalnya tenggelam di perairan Johor dan kini terseret arus hingga ke perairan Riau.

“Pada hari Rabu, tanggal 15 Maret 2020 kami menerima berita musibah tenggelamnya sebuah kapal berukuran GT 325 bernama MT. Wan Da di Perairan Johor Malaysia," ujar Capt. Handry di Kepri, Kamis (16/4).

Kemudian Capt. Handry menjelaskan tanggal 16 Maret 2020 pihaknya mendapat informasi kembali dari Disnav Kelas I Tanjung Pinang/VTS Batam dan KRI Krait bahwa kapal tersebut sudah bergeser 1 Nautical mill dari TSS (Traffic Separation Scheme ) posisinya memasuki Wilayah Perairan Indonesia dengan koordinat 1° 21. 275'  N/  104° 19.794 E.

"Setelah berkoordinasi dengan Kantor UPP Kelas II Tanjung Uban dan Basarnas, kami segera menggerakan KN. Rantos dan KN. Kalimasadha agar melaksanakan pengamanan dan pengawasan terhadap kapal yang telah tenggelam karena posisinya sudah hanyut memasuki perairan Indonesia karena dikhawatirkan akan menganggu alur pelayaran di wilayah RI," kata Capt. Handry.

Usai mendapat perintah, KN. Rantos - P.210 dan KN. Kalimasadha - P.115 segera meluncur ke lokasi kejadian dan setibanya di lokasi kejadian mendapatkan kapal tersebut sudah dalam keadaan terbalik dan tidak ada satu orang kru kapal di lokasi tersebut.

“Sampai berita ini diturunkan, pada hari Kamis (16/4) pukul 17.32 WIB dan posisi 01° 14. 3334 N / 104° 12.8607' E  kedua kapal patroli masih berada dilokasi untuk mengamankan alur pelayaran di sekitar lokasi kapal yang tenggelam agar lalu lintas pelayaran bisa aman dan terkendali,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur KPLP Ditjen Perhubungan Laut Ahmad menyatakan di tengah pandemi Covid 19, KPLP dalam hal ini Pangkalan PLP Tanjung Uban  tetap siaga melaksanakan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran. Terkait musibah tenggelamnya kapal MT. Wan Da, Ahmad menyebutkan bahwa KPLP telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menangani musibah kecelakaan kapal ini sesuai tupoksi masing-masing.

"Sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengamanan di laut, kami telah menginstruksikan jajaran KPLP khususnya di Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban agar tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan alur pelayaran dan memastikan aspek keselamatan pelayaran di wilayah perairan tersebut serta menjalankan tugas lain yang menjadi tupoksi KPLP," tutup Ahmad.

 

Reaksi dan Komentar