Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Tim Aksi Cepat Kemenhub Berhasil Evakuasi Korban Kebakaran Kapal di Raja Ampat

Tim Aksi Cepat Kemenhub Berhasil Evakuasi Korban Kebakaran Kapal di Raja AmpatTim Aksi Cepat Kemenhub Berhasil Evakuasi Korban Kebakaran Kapal di Raja AmpatTim Aksi Cepat Kemenhub Berhasil Evakuasi Korban Kebakaran Kapal di Raja AmpatTim Aksi Cepat Kemenhub Berhasil Evakuasi Korban Kebakaran Kapal di Raja Ampat

 

RAJAAMPAT(30/11) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui tim aksi cepat atau Quick Response Team (QRT) UPP Kelas II Raja Ampat telah mengevakuasi korban insiden kebakaran kapal KLM Indosiren. Insiden terjadi di perairan Raja Ampat-Pianemo pada Kamis 30 November 2023 pukul 06.30 waktu setempat.

 

Kepala Kantor UPP Kelas II Raja Ampat, Petrus Ch Maturbongs mengungkapkan tim QRT kolaborasi UPP Kelas II Raja Ampat bersama Basarnas Sorong dan Polairud Raja Ampat berhasil mengeavukasi 10 ABK dan 20 penumpang terdiri dari 15 WNA dan 5 WNI.

 

"Seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi dengan selamat, namun kondisi kapal mengalami kerusakan parah akibat kebakaran dan karam atau tenggelam di tempat kejadian," ungkapnya.

 

Petrus mengungkapkan kronologi awal Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Waisai dengan tujuan Pelabuhan Paam pada tanggal 27/11/2023 pukul 8.30 LT. Saat berlabuh di perairan Pianemo Raja Ampat, pada tanggal 30/11/2023 sekitar pukul 6.30 LT, seorang ABK melaporkan adanya asap dari ruang koridor kapal kepada Nakhoda An. Hanafi. 

 

"Meskipun upaya pemadaman api dilakukan dengan alat pemadam kebakaran di kapal, sayangnya, api tidak dapat dipadamkan dan mulai menyebar," ungkapnya.

 

Dalam situasi sulit tersebut, Nakhoda memerintahkan evakuasi sejumlah tamu ke Homesay Gloria yang berada di sekitar lokasi. Pukul 09.15 LT, Nakhoda dan ABK melakukan evakuasi seluruh ABK dan penumpang menggunakan rubber boat milik kapal, dibantu oleh masyarakat setempat.

 

Tim aksi cepat gabungan menuju ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dengan menggunakan Kapal SAR RB 221, dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 2 jam.

 

"Tim aksi cepat gabungan langsung menuju lokasi saat mendapat laporan pukul 09.30 WIT untuk memberikan pertolongan," lanjutnya.

 

Sesampainya di TKP, tim aksi cepat gabungan menemukan kapal sudah hangus terbakar, dan hanya menemukan salah satu kru kapal yang menggunakan boat untuk mengawasi agar masyarakat tidak mendekat. Setelah mendapatkan informasi dari kru kapal di TKP, Tim Gabungan bergerak menuju Resort Gloria yang menjadi tempat evakuasi sementara.

 

Di Resort Gloria, Tim Gabungan berkordinasi dengan Nakhoda Kapal, An. Hanafi, untuk memastikan kondisi penumpang dan kru. Nakhoda memberikan informasi bahwa semua penumpang dan kru kapal dalam keadaan selamat tanpa ada yang terluka. 

 

"Setelah memberikan arahan, Tim aksi cepat gabungan melanjutkan proses evakuasi penumpang bersama kru kapal dari Resort Gloria menuju Waisai dengan menggunakan Kapal SAR RB 221," tutupnya. (SKY/MM/BOH)

Reaksi dan Komentar