SUMENEP (9/10) — Keselamatan dalam bertransportasi laut merupakan prioritas utama yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah kepulauan. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan pelayaran yang aman, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget terus menggencarkan program edukasi publik. Kali ini, KSOP Kalianget menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran yang bertempat di Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Ibu Lilik Verawati, S.E., selaku Koordinator dari KSOP Kalianget. Sosialisasi ini secara khusus menyasar para santri dan santriwati yang duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pemilihan pesantren ini dinilai sangat tepat sasaran, mengingat mayoritas santrinya merupakan anak-anak yang berasal dari gugusan kepulauan di ujung timur Madura, seperti Pulau Sapudi, Raas, Kangean, Sapeken, hingga Masalembu. Bagi mereka, kapal laut adalah urat nadi sekaligus moda transportasi utama untuk berangkat menimba ilmu maupun pulang ke kampung halaman.
Acara edukasi ini turut dihadiri oleh para dewan guru dan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin. Dalam sambutannya usai pembukaan acara, Ibu Lilik Verawati menekankan betapa pentingnya menanamkan wawasan keselamatan pelayaran sejak usia dini.
"Edukasi sejak dini sangat krusial. Para santri yang sehari-harinya akrab dengan transportasi laut harus dibekali pengetahuan yang memadai tentang keselamatan. Hal ini bukan hanya untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga agar mereka bisa menjadi agen keselamatan bagi keluarga dan masyarakat di pulau asalnya," papar Ibu Lilik Verawati di hadapan para peserta.
Memasuki agenda inti, tim petugas operasional KSOP Kalianget mengambil alih forum untuk memberikan materi teknis dengan penyampaian yang lugas dan mudah dimengerti oleh para pelajar. Para santri tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diperkenalkan langsung dengan berbagai alat keselamatan kapal. Petugas menjelaskan secara rinci fungsi dan tata cara penggunaan alat-alat darurat seperti life jacket (jaket pelampung), life buoy (pelampung penolong), Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hand flare (suar tangan), hingga smoke signal (isyarat asap). Pemahaman fungsi alat-alat ini sangat penting agar penumpang tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat di tengah laut.
Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, KSOP Kalianget juga menayangkan video simulasi penanganan keadaan darurat. Video tersebut memperlihatkan prosedur Man Overboard (MOB) drill—yakni langkah penyelamatan saat ada penumpang yang jatuh ke laut—serta drill simulasi penanganan kebakaran di atas kapal. Selain materi keselamatan, petugas juga menyisipkan materi pengenalan mengenai pelabuhan-pelabuhan yang beroperasi di wilayah Kalianget beserta fungsi operasionalnya masing-masing.
Rangkaian kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Hal ini terlihat pada sesi penutup, yakni sesi tanya jawab interaktif. Banyak santri dan santriwati yang proaktif mengajukan pertanyaan kritis seputar prosedur keselamatan pelayaran dan pengalaman mereka selama menggunakan kapal laut.
Melalui kegiatan sosialisasi yang berkesinambungan ini, KSOP Kalianget berharap standar keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak otoritas pelabuhan dan operator kapal, tetapi juga menjadi kesadaran kolektif para penumpang, yang dalam hal ini direpresentasikan oleh para generasi muda dari wilayah kepulauan.





Reaksi dan Komentar