Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN SELAT MALAKA DAN SINGAPURA, INDONESIA OPTIMALKAN PEMANFAATAN MARINE ELE

TINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN SELAT MALAKA DAN SINGAPURA, INDONESIA OPTIMALKAN PEMANFAATAN MARINE ELE

​

BATAM (22/8) - Indonesia akan mengoptimalkan pemanfaatan Marine Electronic Highway (MEH) untuk peningkatan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Laut yang diwakili oleh Direktur Kenavigasian, Basar Antonius usai membuka pertemuan Marine Electronic Highway (MEH) Working Group Intersessional Meeting di Hotel Aston Batam pada hari ini (22/8). 

Marine Electronic Highway (MEH) Demonstration Project adalah salah satu project yang dilaksanakan atas kerjasama antara 3 (tiga) Negara Pantai di Selat Malaka dan Selat Singapura (Indonesia, Malaysia, Singapura) dengan World Bank, International Maritime Organization (IMO), International Hydrographic Organization (IHO), the International Association of Independent Tanker Owners (INTERTANKO) dan the International Chamber of Shipping (ICS).

"Pemanfaatan MEH dilakukan melalui penyediaan data arus, pasang surut dan angin (current, tide and wind data), serta pelayanan terkait lainnya" jelas Basar.
WhatsApp Image 2019-08-22 at 18.18.50 (1).jpeg
Adapun MEH Data Centre berlokasi di Batam, sedangkan data-data berasal dari sensor station yang tersebar di 3 (tiga) Negara Pantai di Selat Malaka dan Selat Singapura. MEH Data Centre tersebut telah diresmikan secara resmi oleh Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) pada tahun 2012.

Dalam forum TTEG telah dibentuk permanent MEH working Group untuk membahas lebih lanjut implementasi MEH di ketiga Negara Pantai di Selat Malaka dan Selat Singapura, terutama terkait dengan teknis pengoperasian MEH Data Centre, Sensor Station, dan terkait dengan keberlangsungan pendanaan MEH.

Untuk melakukan hal tersebut tentunya dibutuhkan kerjasama dan komitmen yang kuat antara tiga Negara Pantai, stakeholder, serta pengguna Selat Malaka dan Selat Singapura.

Adapun Indonesia akan menyampaikan langkah-langkah ke depan yang harus ditempuh sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan MEH Data Centre, antara lain melalui pelaksanaan studi yang komprehensif tentang operasional MEH.

“Studi ini nantinya dapat dibahas lebih lanjut pada pertemuan TTEG ke-44 bulan September mendatang dan dapat menjadi project baru di forum Cooperative Mechanism (CM),” tutup Basar.
WhatsApp Image 2019-08-22 at 18.18.51.jpeg
Sebagai informasi, pertemuan yang dihadiri oleh tiga negara pantai (Indonesia, Malaysia, Singapura) serta perwakilan dari Malacca Straits Council (MSC) ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan 43rd Tripartite Technical Expert Group (TTEG) Meeting dan 10th MEH Working Group Meeting yang dihelat di Singapura pada tahun 2018, di mana diputuskan bahwa perlu dilaksanakan pembahasan lebih lanjut dalam pertemuan intersessional.

Selain itu, pada pertemuan ini, dibahas pula rencana penyelenggaraan Joint Hydrographic Survey Tahap 2 di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Pada kesempatan ini para delegasi berkesempatan untuk berkunjung ke MEH dan Vessel Traffic Service (VTS) Batam yang diakhiri dengan jamuan makan malam.


Reaksi dan Komentar