Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TINGKATKAN PELAYANAN, PELABUHAN TANJUNGPINANG BERUPAYA PENUHI KRITERIA PELABUHAN PILOT PROJECT

TINGKATKAN PELAYANAN, PELABUHAN TANJUNGPINANG BERUPAYA PENUHI KRITERIA PELABUHAN PILOT PROJECT

​TANJUNGPINANG (4/1) – Sebagai salah satu Pelabuhan Percontohan (Pilot Project) Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Pelayaran, Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang terus melakukan upaya pemenuhan kriteria keberhasilan pelabuhan pilot project, di antaranya adalah digitalisasi ticketing penumpang.


Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang Aprianus Hangki menyebutkan, sejak tanggal 10 Desember 2018 lalu, Pelabuhan Tanjungpinang telah melakukan uji coba penggunaan digitalisasi ticketing bekerja sama dengan PT. Pelindo I Cabang Tanjungpinang selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dalam hal pengadaan fasilitas perangkat digitalisasi ticketing.

“Untuk tahap uji coba ini, PT. Pelindo I menggunakan perangkat M-Post dimana operator kapal yang melakukan input data penumpang dan sudah berjalan hingga saat ini. Apabila hal ini dianggap berhasil maka akan ditingkatkan dengan menggunakan perangkat M-Kios yang sudah terpasang di Pelabuhan Sri Bintan Pura dengan harapan penumpang dapat memesan dan menginput data sendiri untuk memperoleh ticket keberangkatan kapal,” jelas Hangki.
IMG-20190104-WA0028.jpg
Adapun saat ini perusahaan pelayaran/operator kapal yang sudah menerima distribusi perangkat M-Post dan sudah melaksanakan digitalisasi ticketing adalah PT. Baruna Jaya, PT. Bintan Bestari Shipping, PT. Lestari Indoma Bahari dan PT. Marinatama Gemanusa.

“Dengan pelaksanaan e-ticketing penumpang ini diharapkan penumpang yang berangkat dan naik di atas kapal tercatat dan sesuai manifest kapal,” imbuhnya.

Lebih lanjut Hangki mengatakan, kriteria lain peningkatan keselamatan dan keamanan pelayaran yang harus dipenuhi oleh pelabuhan pilot project ialah dalam hal penanganan barang penumpang, di pelabuhan.

“Saat ini di Pelabuhan Tanjungpinang telah dipasang 2 (dua) unit X-Ray yang disediakan oleh Ditjen Perhubungan Laut sehingga semua barang bawaan penumpang dapat terpantau, termasuk apabila penumpang membawa barang-barang berbahaya yang perlu penanganan khusus harus diberikan tanda atau labeling agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutur Hangki.
IMG-20190104-WA0031.jpg
Sedangkan untuk pengaturan penumpang, pengantar dan pengunjung agar lebih terib dan teratur saat masuk ke pelabuhan, area pelabuhan akan dibagi menjadi beberapa zonasi, termasuk adanya area terbatas (restricted area) di mana mulai dari gate-in sampai dengan ruang tunggu hanya penumpang yang diperbolehkan masuk,

“Sebenarnya di Pelabuhan Tanjungpinang sudah sejak lama menerapkan area terbatas atau yang dinamakan e-pass (gate-in) sehingga hanya penumpang yang sudah memiliki pass pelabuhan yang bisa masuk ke dalam terminal. Walaupun kami menyadari masih terdapat kelemahan khususnya pada infrastruktur yang ada, namun kita akan terus maksimalkannya sesuai dengan kondisi yang ada,” ujar Hangki.

Proses pemenuhan kriteria untuk menjadi pelabuhan pilot project memang memerlukan waktu dan kerja keras dari seluruh instansi dan stakeholder di Pelabuhan Tanjungpinang. Terlabih lagi karena adanya perubahan sistem pelayanan penumpang dan pemesanan tiket dari manual ke digitalisasi di pelabuhan yang tentu tidak mudah,

“Untuk itu, kami terus melakukan berbagi upaya untuk mengedukasi masyarakat yaitu dengan memasang beberapa spanduk, pembagian selebaran, membuat surat pemberitahuan khusus kepada instansi yang ada di Tanjungpinang, serta mensosialisasikannya saat kami menghadiri rapat-rapat resmi dengan harapan semua instansi mendukung program ini,” tutup Hangki.


Reaksi dan Komentar