Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TINGKATKAN PENGAWASAN DAN DUKUNG KESELAMATAN PELAYARAN DI DESTINASI WISATA, DITJEN HUBLA SIAPKAN KAPAL PATROLI KPLP

TINGKATKAN PENGAWASAN DAN DUKUNG KESELAMATAN PELAYARAN DI DESTINASI WISATA, DITJEN HUBLA SIAPKAN KAPAL PATROLI KPLPTINGKATKAN PENGAWASAN DAN DUKUNG KESELAMATAN PELAYARAN DI DESTINASI WISATA, DITJEN HUBLA SIAPKAN KAPAL PATROLI KPLP

MAKASSAR (5/11) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkomitmen dalam meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana transportasi laut secara berkesinambungan. Guna menjalankan komitmen tersebut, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) akan membangun 1 (satu) Kapal Patroli Kelas III yang rencananya akan ditempatkan di Wilayah Timur Indonesia.

"Dalam rangka meningkatkan fungsi pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di wilayah perairan Indonesia, kita akan membangun 1 (satu) unit Kapal Patroli Kelas III Alumunium yang rencananya akan ditempatkan di wilayah Indonesia bagian timur," ujar Direktur KPLP Ahmad saat memberikan sambutan pada acara peletakan lunas (keel laying) Kapal Patroli Kelas III Alumunium di Makassar.

Menurut Ahmad, kegiatan ini merupakan acara yang penting karena merupakan awal dari konstruksi kapal yang juga menjadi hari dan tanggal kelahiran kapal. "Artinya umur kapal akan dihitung sejak keel laying. Diharapkan pembangunan kapal dapat diselesaikan dengan tepat mutu dan tepat waktu," katanya. 

Sebagai informasi, pembangunan 1 (satu) unit Kapal Patroli Kelas III Alumunium ini dilaksanakan oleh PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) – Makassar, dimana jangka waktu pelaksanaan pembangunan yaitu maksimal 19 bulan, dan direncanakan akan diserahterimakan pada bulan Juni 2021.

Lebih lanjut, Ahmad mengungkapkan bahwa rencananya Kapal Patroli tersebut akan ditempatkan dan dioperasikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Sorong.

"Dalam pembangunan Kapal Patroli Kelas III Alumunium ini sesuai dengan kaidah-kaidah pembangunan kapal dan diawasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Marine Inspector dari Kantor Kesyahbandaran, serta Konsultan Pengawas," tuturnya. 

Adapun spesifikasi Kapal Patroli Kelas III Alumunium tersebut memiliki ukuran pokok dengan panjang (LOA)     28.9 meter, lebar 5.85 meter, tinggi sarat 1.15 meter, kecepatan min 24 knot dengan total nilai kontrak sebesar Rp 26.3 Miliar. 

Ahmad pun berharap semoga peletakan lunas (Keel Lying) Kapal Patroli Kelas III Aluminium ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman dan tepat waktu serta dapat menghasilkan kapal yang berkualitas.

Selain itu, dalam waktu yang hampir bersamaan, guna menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran dalam mendukung destinasi wisata super prioritas, Ditjen Perhubungan Laut juga akan membangun Kapal Patroli KPLP Kelas III di Orela, Lamongan.

Ahmad berharap pembangunan kapal ini dapat dilakukan percepatan penyelesaian pada April 2021, dimana sebelumnya ditargetkan pada Juni 2021.

Rencananya, kata Dia, Kapal patroli tersebut  akan ditempatkan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Manado.

Sebagai informasi, Kapal Patroli Kelas III tersebut memiliki spesifikasi panjang Kapal (LOA) 28,9 meter, lebar 5,85 meter, tinggi utama 3,15 meter, tinggi sarat 1,15 meter, dengan kecepatan max 24 knots. Kapal ini juga dirancang sebagai Kapal Patroli KPLP untuk melaksanakan kegiatan penegakan hukum dan pemberian pertolongan musibah di laut yang mempunyai kecepatan tinggi, berbentuk lambung deep "V" dan bottom dengan sudut trim dan tinggi metacentric yang baik serta berkemampuan olah gerak maupun manouveribility dan stabilitas yang prima.

Ahmad optimis dengan peluncuran Kapal Patroli ini dapat meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran serta menjadi garda terdepan dalam mengemban tugas sebagai penegak hukum (law enforcement) di bidang keselamatan  dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

Reaksi dan Komentar