Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi, Menhub Minta Pengelolaan Empat Dermaga di Pelabuhan Badas Sumbawa Besar Disatukan

Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi, Menhub Minta Pengelolaan Empat Dermaga di Pelabuhan Badas Sumbawa Besar Disatukan

Sumbawa Besar - Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi meminta pengelolaan empat dermaga di Pelabuhan Badas yang berada di Kota Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat disatukan. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelabuhan tersebut. 

 

Menhub mengatakan, saat ini Pelabuhan Badas memiliki empat dermaga yang dikelola oleh dua pihak yaitu Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub dan PT. Pelindo III. 

 

“Saat ini di Pelabuhan Badas dermaganya ada yang dimiliki KSOP dan ada yang dimiliki PT. Pelindo III. Untuk itu kedepan saya minta disatukan, supaya tidak ada rivalitas harga. Jadi kedepan hanya satu harga, dan kemudian pemerintah yang mendapat PNBP saja,” kata Menhub. 

 

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, setelah pengelolaan dermaga disatukan, ia meminta kepada PT. Pelindo III untuk membuat kontainer di Pelabuhan Badas agar proses bongkar muat menjadi cepat. 

 

"Bukan bermaksud menghilangkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), namun untuk mempercepat bongkar muat disini. Jika bongkar muat berlangsung cepat maka ongkos logistik bisa turun, karena produktivitas kapal yang tadinya menunggu lima hari, bisa dipersingkat menjadi dua hari atau bahkan bisa satu hari,” ucap Menhub. 

 

Menhub juga mengatakan dengan adanya kontainer, jagung yang merupakan komoditas utama Sumbawa Besar bisa menjadi lebih higeinis dan tidak perlu dipilah-pilah lagi karena bercampur dengan batu. 

 

Selain meninjau Pelabuhan Badas, Menhub juga sempt meninjau Bandara Sultan Muhammad Kaharudin dan Terminal Tipe A Sumer Payung. (MM/RDL/LA/JD)

 

 

#PenghubungIndonesia 

Reaksi dan Komentar