Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TOL LAUT JADI KUNCI PEMERATAAN PASOKAN MINYAK DAN GULA DI KUPANG - NTT

TOL LAUT JADI KUNCI PEMERATAAN PASOKAN MINYAK DAN GULA DI KUPANG - NTT

 

Jakarta (30/4). Program Tol Laut dari Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara khusus mengangkut pasokan Badan Pangan Nasional bersama Kementerian BUMN melalui BUMN Holding Pangan ID FOOD dan PTPN Group. Produk yang dikirimkan berupa pasokan gula dan minyak goreng curah dari Belawan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. 

 

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen Sartoto mengatakan Tol Laut menjadi pilihan solusi pemerataan pasokan pangan di wilayah Indonesia Timur tersebut.

 

"Pengiriman khusus minyak goreng dan gula pasir telah dilakukan pada 28 April 2022," ujar Capt Mugen.

 

Dia melanjutkan, untuk membantu Indonesia Bagian Timur terbebas dari permasalahan kelangkaan barang disparitas harga, maka diperlukan pelayaran yang berkesinambungan, tetap dan teratur melalui penyelenggaraan angkutan barang di laut ke seluruh wilayah Indonesia. 

 

"Tol Laut ini keberadaannya dapat menjadi kunci permasalahan tersebut," ujar Capt Mugen.

 

Capt Mugen berharap ke depannya sinergi seperti ini akan terus dilakukan. "Agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin meningkat," ujarnya.

 

Kepala Badan Pangan Nasional/NFA (National Food Agency) Arief Prasetyo Adi mengatakan langkah ini sebagai upaya ketersediaan pangan serta dalam rangka efisiensi biaya logistik pangan ke wilayah Indonesia Timur.

 

“Distribusi minyak goreng curah dan gula dengan optimalisasi fasilitas tol laut merupakan solusi untuk ketersediaan dan stabilisasi harga pangan khususnya di wilayah tertentu seperti Indonesia Timur yang umumnya masih terdapat kendala dalam logistik pangan disebabkan biaya atau ongkos logistik tinggi dan berdampak pada kenaikan harga pada produk ataupun komoditas pangan di wilayah tertentu," ujarnya.

 

Dia menjelaskan bahwa Port to Port, Port to Door, Door to Door, jadi alur distribusi pangan melalui tol laut ini dari Pelabuhan ke Pelabuhan, setelah itu dari pelabuhan dikirim ke gudang, kemudian didistribusikan ke produsen dan disalurkan ke pedagang pasar.

 

"Dengan sinergi inilah, kita dapat merealisasikan kemudahan logistik pangan, apalagi komoditas minyak goreng dan gula saat ini menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat," tambahnya.

 

Tenaga Ahli Menteri Perhubungan, Andre Mulpyana mengatakan sarana tol laut ini sangat efektif untuk distribusi pangan ke seluruh wilayah Indonesia, melalui fasilitas transportasi tol laut ini Kementerian Perhubungan turut mendukung keterjangkauan pangan ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. 

 

Keberangkatan muatan minyak goreng dan gula dengan menggunakan kapal MV.Asia Pratama berangkat tanggal 28 April 2022 estimasi tiba di Kupang tanggal 8 Mei 2022," ujar Andre, pada saat kegiatan pelepasan keberangkatan kapal di Belawan.

 

Andre menyampaikan apresiasi kepada stakeholders pangan yang telah bersinergi kelancaran program tol laut yang diinisiasi Presiden Joko Widodo sejak tahun 2014, pada hari ini kita melakukan pengiriman distribusi pangan minyak goreng dan gula dari Belawan ke Kupang, NTT yang disupport oleh BUMN Pangan ID FOOD, PTPN, difasilitasi juga oleh Kepala Syahbandar Utama dan Otoritas Pelabuhan Utama Belawan.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) / Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan pengiriman khusus melalui akses tol laut ini ID FOOD kirim pasokan gula sebanyak 800 Ton dan minyak goreng curah sebanyak 300 Ton.

 

“Mekanisme pendistribusiannya, ID FOOD Group telah bekerja sama dengan distributor lokal di Kupang NTT, sehingga setelah muatan tiba di Kupang NTT, ID FOOD bersama mitra mendistribusikan ke Pedagang pasar, sebagian pendistribusian gula dan minyak goreng curah lainnya ID FOOD Group juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat maupun asosiasi pedagang pasar lokal yang akan menjual langsung ke konsumen," ungkapnya. 

 

Sebagai informasi, pendistribusian minyak goreng dan gula ke sejumlah wilayah di Kupang NTT ini juga turut berkolaborasi dengan BUMN sektor lainnya seperti PT Pos Indonesia untuk tracking pengiriman Container via Truk ke lokasi dispensing, dan juga PT Pelindo sebagai operator pelabuhan.

Reaksi dan Komentar