Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TOL LAUT RESMI BEROPERASI DI KEPULAUAN SULA, KM KENDHAGA NUSANTARA SANDAR PERDANA DI PELABUHAN MALBUFA

TOL LAUT RESMI BEROPERASI DI KEPULAUAN SULA, KM KENDHAGA NUSANTARA SANDAR PERDANA DI PELABUHAN MALBUFA

SANANA (27/1). Kapal Tol laut KM Kendhaga Nusantara 9 resmi beroperasi di Kepulauan Sula, Maluku Utara. Kapal tersebut sandar perdana di Pelabuhan Malbufa, Sanana pada Rabu (26/1).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Mugen Sartoto mengatakan kehadiran Tol Laut di Kepulauan Sula sebagai bentuk kehadiran negara dalam rangka konektivitas nusantara.

"Semoga dengan adanya Tol Laut dapat membangkitan sektor perekonomian masyarakat sekitar," ujarnya.

Sandar perdana Kapal dengan kode trayek T-29 ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, H. M. Saleh Marasabessy, Plt Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Sanana Moh Faisal dan stakeholder terkait lainnya.

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, H. M. Saleh Marasabessy berharap dengan beroperasinya Tol Laut di wilayah tersebut dapat memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

“Untuk itu, selaku Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Dia menambahkan, hadirnya Tol Laut diharapkan dapat meningkatkan manajemen logistik dan digitalisasi bisnis bagi pelaku usaha yang berada di Sula serta memberi kesempatan para pengusaha daerah untuk memasarkan berbagai macam produksi lokal ke luar daerah.

“Alhamdulillah, ini merupakan kesempatan yang terbaik. Saya berharap kepada Perindagkop agar segera sosialisasi untuk kita memanfaatkan Tol Laut ini dengan baik. Karena kalau tidak ada muatan dari Surabaya, maupun dari kita di Sula, maka daerah ini tidak akan disinggahi lagi. Saya inginkan kapal ini selamanya beratahan di kepulauan Sula, semua potensi bisa kita muat , dan juga ada konteiner untuk perikanan bisa juga di manfaatkan segra sosialisasi kepada nelayan tuna dan momar," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Sanana Moh Faisal mengatakan sandar perdana kali ini, KM Kendhaga Nusantara 9 mengangkut kayu sebanyak 8-9 kontainer.

"Saya berharap ke depannya jumlah muatan balik juga akan semakin meningkat sehingga kehadiran Tol Laut dapat menjadi pendorong ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.

Moh Faisal optimis kehadiran Tol Laut di Pelabuhan Malbufa dapat meningkatkan dan menopang PAD (Pendapatan Asli Desa) untuk desa dan kesejahteraan warga.

Kepala Desa Malbufa, Hamis Umakamea, menyampaikan akan membuat sosialisasi ke warga, khususnya rumah yang berada dekat dengan pelabuhan.

"Karena rumah warga yang memiliki akses dekat pelabuhan akan dijadikan tempat penitipan barang," tutupnya.

Sebagai informasi, KM. Kendhaga Nusantara 9 dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero). Kapal ini memiliki kapasitas muatan sekitar 1.300 ton yang memuat 60 buah kontainer.

Kapal ini melayani trayek T-29 dengan rute Tanjung Perak - Piru - Wayaloar - Malbufa - Babang - Saketa - Gimea(Tapeleo)- Bula - Tanjung Perak.

Reaksi dan Komentar